Orang dewasa ngompol saat tidur? Ini sebabnya!

Reporter : Destriyana | Selasa, 16 Juli 2013 21:32

Orang dewasa ngompol saat tidur? Ini sebabnya!
Ilustrasi tidur. ©2013 Merdeka.com/Shutterstock/Warren Goldswain

Merdeka.com - Penyebab ngompol pada orang dewasa sering dikaitkan dengan penyakit atau kelainan serius. Dalam kasus yang jarang terjadi, mungkin ada hubungan dengan masalah genetik. Kebiasan aneh ini juga dikenal dengan sebutan enuresis nokturnal.

Pasien yang didiagnosis dengan enuresis nokturnal primer mengalami kondisi ini sejak kecil. Nokturnal enuresis primer mempengaruhi 1 persen dari populasi, sementara enuresis nokturnal sekunder, atau enuresis onset dewasa, mempengaruhi 2 persen dari populasi. Berikut adalah penyebab orang dewasa masih ngompol saat tidur, seperti dilansir Livestrong.

1. Apnea tidur

Orang yang menderita apnea tidur menderita penyumbatan saluran napas yang mengganggu pernapasan saat malam hari. Kondisi ini juga dapat menyebabkan enuresis nokturnal. Lansia lebih mungkin mengalami apnea tidur daripada orang dewasa muda, serta mereka yang menderita obesitas berada pada risiko lebih besar terkena kondisi tersebut. Untungnya, apnea tidur masih bisa diobati.

2. Sembelit kronis

Sembelit kronis dapat menyebabkan enuresis nokturnal sekunder pada orang dewasa. Ketika perut penuh, mereka menempatkan tekanan pada kandung kemih. Sembelit kronis juga dapat mengurangi kapasitas volume kandung kemih.

3. Penyebab genetik

Anak yang memiliki kedua orang tua yang menderita enuretik 77 persen berisiko terkena penyakit yang sama. Jika hanya satu orangtua yang menderita kondisi tersebut risikonya turun menjadi 44 persen. Kondisi ini akan terus terjadi hingga anak-anak menjadi dewasa.

4. Diabetes

Diabetes, khususnya diabetes insipidus, dapat menyebabkan mengompol saat dewasa. Pasien dengan diabetes insipidus menghasilkan volume urin yang besar. Peningkatan produksi ini dapat menyebabkan enuresis nocturnal. Diabetes insipidus juga terjadi ketika ada ketidakseimbangan hormon dalam tubuh atau ketika ginjal gagal untuk memproses hormon tertentu. Kondisi ini bisa diobati dengan obat atau terapi hormon.

5. Diuretik

Diuretik adalah obat yang membersihkan tubuh dari garam dan cairan yang berlebihan. Dokter kadang-kadang meresepkan diuretik pada pasien dengan hipertensi atau tekanan darah tinggi. Hidroklorotiazid, chlorothiazide dan triamterene adalah contoh diuretik yang sering diresepkan. Peningkatan urinasi dan enuresis nokturnal dapat menjadi efek samping dari diuretik. Pasien yang mengalami efek samping ini harus memberitahu dokter mereka agar dosis obat diturunkan.

Inilah lima penyebab orang dewasa masih mengompol saat tidur. Kenali kondisi tubuh Anda dan cari tahu semua keluhan yang Anda rasakan.

[des]

Komentar Anda


Suka artikel ini ?
Kunjungi portal hao123 untuk akses internet aman dan nyaman


JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya






Be Smart, Read More
Back to the top
Today #mTAG
LATEST UPDATE
  • Ahok targetkan semua jalan dipasang Terminal Parkir Elektronik
  • Usai bertemu KPU, PAN dan Demokrat yakin Pilkada Surabaya lanjut
  • Bebaskan visa ke 47 negara, pemerintah incar USD 1,2 miliar
  • Indriyanto nilai wajar pro kontra soal capim KPK yang lolos
  • Beri kuliah umum di Unibraw, Panglima TNI sindir mahasiswa
  • Kisruh pilkada, PAN-Demokrat-PDIP laporkan KPU Surabaya ke DKPP
  • Terseret arus, tugboat tabrak Jembatan II Barelang hingga retak
  • Jadi Alif di '3', Cornelio Sunny nggak diajak ngobrol oleh kru!
  • Usut korupsi dana CSR, Bareskrim geledah kantor Pertamina Foundation
  • Anak lurah lulus dengan IPK 4,00 dari Fakultas Teknik UNS
  • SHOW MORE