Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Hati pelan-pelan bisa 'memakan' otak

Hati pelan-pelan bisa 'memakan' otak Ilustrasi otak. ©Shutterstock/pixeldreams.eu

Merdeka.com - Sebuah penelitian terbaru menyebutkan bahwa hati pelan-pelan bisa 'memakan' otak. Apa maksudnya?

Bagi orang-orang yang memiliki lemak di bagian abdomen, mereka tepatnya berisiko tiga kali lipat mengidap demensia dan pikun di usia senja. Sepertinya, hati dan hippocampus (bagian pada otak) sama-sama memiliki protein bernama PPARalpha. Hati menggunakannya untuk membakar lemak di perut, sementara otak memanfaatkannya untuk memproses memori.

Sebagaimana dilansir dari Live Science, mereka yang punya lemak di perut membuat hati bekerja lebih keras dalam melakukan metabolisme. Seluruh protein PPARalpha terpakai, sehingga jika kekurangan, hati akan 'mencurinya' dari otak.

Akibatnya, otak kekurangan protein dalam memproses memori. Sehingga mereka yang punya banyak lemak di perut akhirnya rentan terkena penurunan kognitif otak.

Penelitian tersebut tepatnya dilakukan para ahli dari Rush University Medical Center di Chicago. Hasilnya kemudian dilaporkan dalam jurnal Cell Reports.

Baca juga:5 Pola makan sehat yang jarang diketahui selama ini5 Tips mudah menjaga kesehatan paru-paruSusah tidur saat liburan? Cobalah 4 tips ini4 Trik menyehatkan minyak saat memasak4 Tips ampuh untuk kesehatan wanita berusia 40an (mdk/riz)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP