Hati-hati, pembekuan darah bisa berbahaya!

Reporter : Kun Sila Ananda | Jumat, 24 Agustus 2012 10:04




Hati-hati, pembekuan darah bisa berbahaya!
Ilustrasi pembekuan darah. ©Shutterstock.com/Sebastian Kaulitzki

Merdeka.com - Satu darah beku saja bisa mengubah hidup Anda. Pembekuan darah pada nadi bagian dalam adalah masalah serius yang tak boleh diabaikan.

Darah beku dalam pembuluh darah yang telah mencapai jantung, paru-paru, atau otak, bisa berakibat fatal. Times of India (23/08) akan membagikan penyebab pembekuan darah dan bagaimana cara mencegah pembekuan darah agar tidak mematikan.

Pembekuan darah yang disebut juga 'deep vein thrombosis' rentan terjadi pada individu yang memiliki gaya hidup pasif, seperti terlalu banyak duduk dan kurang olahraga. Selain itu, pembekuan darah juga bisa terjadi pada orang yang memiliki penyakit jantung dan varises.

Ini adalah pembekuan darah yang terjadi di bagian dalam tubuh dan bisa bergerak melalui arteri dan vena menuju jantung dan otak. Oleh karena itu, sangat penting untuk mencegah terjadinya penggumpalan darah. Karena sekali terbentuk, gumpalan darah beku ini bisa mempengaruhi organ tubuh penting.

Agar tak terjadi pembekuan dan penggumpalan darah dalam tubuh, pastikan Anda memiliki gaya hidup yang aktif. Jangan terlalu banyak duduk atau berbaring di tempat tidur. Saat Anda duduk dan menyilangkan kaki, ini akan mengurangi sirkulasi darah ke kaki dan meningkatkan peluang untuk penggumpalan darah.

Hindari juga menggunakan pakaian ketat, termasuk kaus kaki dan sepatu. Coba perhatikan saat Anda melepas sepatu atau celana. Apakah celana dan sepatu Anda meninggalkan bekas pada kaki? Jika iya, maka ini adalah tanda tidak lancarnya aliran darah. Tekanan yang disebabkan oleh pakaian dan sepatu yang terlalu ketat bisa meningkatkan peluang terbentuknya darah beku.

Untuk menghindari komplikasi, lakukan olahraga secara teratur. Ini akan membuat darah mengalir ke seluruh tubuh dengan lancar. Setidaknya Anda memerlukan olahraga selama 150 menit setiap minggu.

Jika Anda melakukan perjalanan jarak jauh, jangan menetap dengan posisi yang sama. Ubahlah posisi duduk Anda sesekali. Bepergian jarak jauh bisa menimbulkan tekanan pada kaki. Gerakkan kaki Anda sesekali untuk memungkinkan darah mengalir. Selain itu, Anda juga perlu mengonsumsi banyak air untuk menghindari penggumpalan darah. Kurang air menyebabkan darah menjadi semakin lengket dan mengurangi aliran darah.

Lalu, kapan pembekuan darah mulai berbahaya? Anda harus mulai waspada terhadap kemungkinan pembekuan darah yang berbahaya ketika mengalami hal-hal berikut ini.

1. Saat tubuh Anda terasa sakit dan berolahraga tidak bisa menghilangkannya. Saat berolahraga, sakitnya semakin terasa.

2. Saat terjadi pembekuan darah atau pembuluh darah yang tersumbat, biasanya bagian tubuh tersebut akan membengkak.

3. Jika Anda sering mengalami kram kaki saat malam hari.

4. Jika kaki Anda mulai berubah warna menjadi putih dan biru.

5. Jika daerah yang membengkak tersebut terasa panas dan hangat saat Anda menyentuhnya.

Jika mendapati tanda-tanda di atas, ada baiknya Anda segera memeriksakan diri ke dokter.

[kun]


Komentar Anda


Be Smart, Read More
Back to the top

Today #mTAG SPOTLIGHT iREPORTER TOP 10 NEWS
Most Viewed Editors' Pick Most Comments

TRENDING ON MERDEKA.COM

LATEST UPDATE
  • [Eksklusif] Mengintip lapas tempat Angelina Sondakh ditahan
  • Dulu menolak, kini Ahok geber pembangunan 6 ruas tol Jakarta
  • 5 Pembelaan Jokowi dan timnya soal ide jual pesawat kepresidenan
  • Pengguna Android sering kunjungi situs porno
  • Jokowi susah payah cari mitra koalisi baru
  • Para bandit licin ini ditangkap di lokalisasi usai garong
  • Barcelona rilis biaya transfer musim ini
  • Hukuman yang buat jera para pria cabul di tempat umum
  • Babak baru foto syur berbaju PNS, Rinada terancam dibui
  • Film-film Benyamin S paling fenomenal
  • SHOW MORE