Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

5 Cara menghindari senyawa penyebab kanker

5 Cara menghindari senyawa penyebab kanker Ilustrasi botol plastik. ©Shutterstock/monticello

Merdeka.com - Salah satu penyebab kanker adalah senyawa yang bernama Bisphenol A. Sebab ketika masuk ke dalam tubuh, sifatnya menyerupai hormon estrogen sehingga keberadaannya mampu mengganggu keseimbangan hormon dan memicu pertumbuhan sel yang tidak normal.

Bisphenol A, atau yang biasa disebut dengan BPA, biasanya ditemukan dalam plastik, kemasan pembungkus makanan, dan kaleng minuman. Menghindari BPA sama dengan berusaha menurunkan risiko kanker. Lantas bagaimana caranya? Simak selengkapnya seperti yang dilansir dari Live Science berikut ini.

Kode daur ulang

ulangRekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Biasanya, pada kemasan botol plastik, makanan kalengan, atau lainnya, terdapat kode identifikasi daur ulang. Coba periksa setiap akan membeli makanan atau minuman kemasan.

Anda sebaiknya menghindari kemasan yang memiliki kode angka tiga atau tujuh. Sebab beberapa kemasan plastik yang ditandai dengan kode tersebut biasanya terbuat dari BPA, senyawa penyebab kanker.

Mengurangi konsumsi

5 cara menghindari senyawa penyebab kankerRekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Makanan kalengan diciptakan untuk menurunkan jumlah penggunaan toples kaca yang mudah rusak pada pengiriman makanan anggota tentara sekitar 200 tahun yang lalu. Meskipun makanan kaleng adalah penemuan yang menakjubkan, tetapi ada bahaya di baliknya.

BPA biasanya digunakan sebagai lapisan pada makanan kaleng. Terutama jika makanan bersifat cair, seperti sup dan saus. Jadi cara menghindari senyawa penyebab kanker tersebut adalah dengan mengurangi konsumsi makanan kalengan.

Wadah non-plastik

plastikRekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Ada banyak alternatif wadah atau pembungkus makanan maupun minuman yang bisa digunakan dan sifatnya lebih aman. Misalnya wadah yang terbuat dari keramik, kaca, kayu, atau stainless steel.

Semua wadah non-plastik tersebut juga cukup awet dan tahan terhadap panas. Selain itu, cara mendaur ulangnya relatif lebih mudah dan tidak membutuhkan banyak biaya.

Gunakan yang baru

baruRekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Jangan menggunakan botol plastik lebih dari satu kali. Langsung buang setelah dipakai, terutama jika botol plastik kemasannya lecet.

Jika botol plastik terbuat dari BPA, goresan pada tubuhnya bisa mengeluarkan senyawa kimia penyebab kanker tersebut lebih banyak. Bukan cuma itu, goresan juga membuat bakteri mudah tumbuh berkembang.

Jangan dipanaskan

5 cara menghindari senyawa penyebab kankerRekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Jangan meletakkan makanan atau minuman yang terlalu panas ke dalam wadah yang terbuat dari BPA. Senyawa kimia penyebab kanker itu akan lebih mudah keluar dalam suhu tinggi.

Memanaskan makanan atau minuman dengan menggunakan wadah plastik juga sangat tidak dianjurkan. BPA akan mudah tersebar dalam makanan yang akan dikonsumsi, sehingga semakin meningkatkan risiko penyakit kanker.

 

Baca juga:Makan seledri ampuh tangkal kanker pankreasMasyarakat China rela disengat lebah demi sembuhkan kankerIlmuwan ciptakan pisau 'pintar' pendeteksi tumorPenggunaan tamoxifen cegah kanker payudara muncul kembaliTeh chamomile ampuh basmi sel kanker

(mdk/riz)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP