4 Risiko kesehatan melakukan seks oral
Merdeka.com - Tidak semua pasangan mungkin mau mencoba untuk melakukan seks oral. Namun bagi Anda yang justru gemar melakukan aksi intim ini, sebaiknya waspadai risiko kesehatan dari seks oral seperti yang dilansir dari WebMD berikut ini.
Kanker tenggorokan
Siapa sangka, aksi intim yang satu ini ternyata merupakan salah satu faktor risiko dari penyakit kanker tenggorokan. Sebenarnya bukan seks oral yang menyebabkan kanker, akan tetapi virus HPV dari organ intim bisa menyebar ke tenggorokan yang akhirnya memicu penyakit kanker.
Merenggangkan hubungan
Tidak semua seks itu mendekatkan kedua pasangan. Sebab beberapa orang justru bisa merenggang hubungannya gara-gara seks oral. Hal ini dikarenakan salah satu pasangan merasa cemas tentang reaksi yang diterima ketika melakukan seks oral. Kecemasan itu akhirnya berujung pada merenggangnya hubungan.
Tidak aman
Hubungan seksual tanpa pengaman dianggap membawa banyak risiko bagi kesehatan. Namun seks oral ternyata juga sama. Seks oral mungkin lebih aman daripada seks vaginal, tetapi bukan yang paling aman. Jadi tetap ada risiko HIV, herpes, sifilis, dan hepatitis yang bisa ditularkan melalui seks oral.
Kalangan remaja
Berita buruknya, seks oral ini ternyata cukup umum di kalangan remaja yang masih berpacaran. Mereka menganggap seks oral ini aman karena tidak merusak keperawanan. Kebanyakan remaja yang melakukan seks oral juga disebabkan karena rasa penasaran saja. Padahal seperti yang sudah disebutkan, seks oral tetap saja membawa banyak risiko kesehatan.
Itulah risiko kesehatan melakukan seks oral. Menggunakan kondom adalah salah satu cara untuk mencegah risiko kesehatan tersebut.
Baca juga:
8 Mitos kemoterapi yang terpatahkan
Terpatahkan! 4 mitos kesehatan yang selama ini berkembang
6 Mitos tentang berat badan, benar atau tidak?
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya