Vonis 16 tahun Luthfi Hasan Ishaaq bikin PKS pecah
Merdeka.com - Keluarga Luthfi Hasan Ishaaq akhirnya buka suara pascavonis 16 tahun penjara yang dijatuhkan hakim Pengadilan Tipikor dalam kasus suap pengurusan penambahan kuota impor daging sapi pada Kementerian Pertanian dan pencucian uang. Bukan vonis hakim yang dipersoalkan, tapi ucapan Presiden PKS , Anis Matta , yang menyudutkan Luthfi sebelum vonis dijatuhkan.
Memang, sejak kasus ini mencuat dan Luthfi menjadi terdakwa, Anis yang dipilih Majelis Syuro PKS sebagai suksesor Luthfi berulang kali menyerukan kepada seluruh kader PKS untuk melakukan tobat nasional. Belakangan, Anis juga meminta kader PKS untuk meminta maaf jika Luthfi dinyatakan bersalah.
"Kami di PKS adalah manusia biasa yang tidak luput dari khilaf. PKS tentu berharap (LHI) dinyatakan tidak bersalah, tetapi bila sebaliknya, saya wajib meminta maaf kepada seluruh rakyat Indonesia," kata Anis beberapa waktu lalu.
"Saya ingin mendorong kader untuk meminta maaf, kasus (korupsi) tersebut memang mengecewakan pihak PKS ," imbuhnya lagi dalam kesempatan yang berbeda.
Di kesempatan lain lagi, Anis mengatakan kader PKS tak perlu berkecil hati karena kasus menurut dia, kasus Luthfi bukan sepenuhnya kesalahan PKS . "Itu bukan kesalahan lembaga, tapi kesalahan perseorangan, kesalahan Luthfi Hasan Ishaaq sebagai pribadi. Kita harus semangat dan tetap bekerja keras," ujar dia.
Ucapan-ucapan Anis ini dinilai pihak keluarga menyudutkan Luthfi yang saat itu masih dalam proses persidangan. Seolah-olah, PKS lepas tangan dan Luthfi pasti bersalah. Perpecahan di kalangan petinggi PKS pun mengemuka.
Adik bungsu Luthfi, Faisal Hasan Ishaaq menilai sikap Anis itu aneh. "Keluarga kami yang sudah lama dekat dengan PKS merasa sikap Anis Matta anomali (aneh). Karena dia seolah-olah sudah tahu vonis," kata Faisal kepada wartawan di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (12/12) saat menjenguk Luthfi.
Faisal juga menyesalkan dengan pernyataan Anis Matta yang memerintahkan seluruh kader PKS di Indonesia meminta maaf ke masyarakat. Menurut dia hal itu tidak semestinya diucapkan oleh Anis. "Kami cinta PKS . Partai bagus dan bersih. Memang kami enggak tahu apa yang dikejar Anis. (Mungkin) popularitas?" cetus Faisal.
Keluhan keluarga Luthfi itu ditanggapi oleh Ketua DPP PKS , Mahfudz Siddiq . Menurut dia, apa yang diucapkan Anis semata-mata pendekatan komunikasi politik bukan komunikasi hukum. "Kalau soal hukum masih berjalan. Kan ada banding. Benar atau salah, memang belum selesai," ujar Mahfudz ketika dikonfirmasi merdeka.com, Kamis (12/12).
Mahfudz menuturkan, imbauan permintaan maaf yang diucapkan Anis dilatarbelakangi opini dan persepsi kuat yang saat ini berkembang di masyarakat bahwa PKS telah melakukan kesalahan. "Ini persepsi secara politis. Untuk memudahkan komunikasi politik PKS dengan masyarakat, agar mudah berkomunikasi, maka kami melakukan itu (imbauan agar kader PKS meminta maaf)," tukasnya.
Mahfudz malah berkelit, permintaan maaf itu sesungguhnya tidak spesifik ditujukan terkait kasus Luthfi saja. "Permintaan maaf karena ada opini, persepsi kuat di masyarakat kalau PKS terlibat dalam tindak pidana korupsi. Ini pendekatan politik."
Menanggapi protes pihak keluarga Luthfi, Mahfudz menilai ada kesalahpahaman. "Mungkin ini hanya salah paham saja, bahwa pernyataan maaf kepada masyarakat, bukan pernyataan untuk menyatakan bahwa LHI bersalah. Karena kalau bersalah atau tidak, itu menjadi kewenangan pengadilan. Secara politis, dari berbagai survei memang masyarakat mengharapkan bahwa PKS menyatakan permintaan maaf karena kepercayaan mereka sudah ternodai. Ini pilihan sulit, tapi perlu dilakukan," pungkas Mahfudz.
(mdk/bal)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya