Ketua Umum PPP Romahurmuziy meyakini bahwa poros ketiga tidak mungkin terjadi. Pria yang akrab disapa Romi ini melihat, Demokrat sebagai partai penentu tidak ada tanda-tanda melahirkan poros baru. Dia menganalisa sulit terbentuk poros ketia.
Saat bertemu dengan Ketum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono di kampanye akbar pemenangan Khofifah-Emil, Romi sempat menanyakan ke SBY soal komunikasi dengan pimpinan PKB dan PAN terkait poros ketiga. SBY membantah.
"Beliau menjawab tidak pernah ada komunikasi Pak Zul dan Cak Imin dengan beliau soal poros ketiga," kata Rommy di Jember, Jawa Timur, Kamis (5/4).
SBY juga membantah komunikasi dengan mantan Panglima TNI (purn) Jenderal Gatot Nurmantyo. "Apakah ada komunikasi dengan Gatot? Beliau jawab sekali lagi tidak pernah ada," imbuhnya.
Analisia Rommy dikuatkan dengan teori coactail effect di mana partai butuh limpahan suara pemilu dengan cara mengusung calon kuat. Tiga partai ini tentu akan memanfaatkan posisi capres dan cawapres untuk mendulang suara di Pileg 2019. Karenanya, tidak mungkin poros ketiga dibentuk begitu saja tanpa perhitungan matang.
"Yang tersedia bisa bentuk poros ketiga hanya tiga parpol. Kursi yang ada pun hanya dua posisi, capres dan cawapres. Sementara yang butuh ada tiga partai. Berarti kan tidak mungkin karena itu saya memastikan poros tiga tidak ada," tegasnya.