Sindiran dan Doa Iringi Langkah Prabowo Menjadi Menteri Jokowi
Merdeka.com - Prabowo Subianto ditunjuk Presiden Joko Widodo atau Jokowi sebagai Menteri Pertahanan. Dalam lima tahun ke depan, Prabowo akan membantu Jokowi menyelesaikan tugas di bidang pertahanan.
Masuknya Prabowo ke dalam Kabinet Jokowi menuai pro kontra. Sebab, Prabowo merupakan lawan politik Jokowi saat Pilpres 2019.
Tak hanya itu, Prabowo juga kerap mengkritik keras kebijakan Jokowi. Namun itu masa lalu, sekarang mereka bersatu demi Indonesia maju.
Namun begitu, sindiran-sindiran kepada Prabowo karena menerima tawaran jabatan menteri Jokowi tetap mengalir. Ada juga yang mendoakan Prabowo. Berikut ulasannya:
Semoga Jadi Menteri Terbaik
Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengucapkan selamat atas jabatan baru Prabowo Subianto sebagai Menteri Pertahanan. Sebagai mantan mitra posisi, PKS mendoakan Prabowo agar menjadi menteri terbaik.
"(PKS) mendoakan (Prabowo) yang terbaik dan mampu menjadi menteri terbaik," kata Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera lewat pesan singkat, Rabu (23/10).
PKS juga memberikan tiga catatan untuk pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin ke depan, yaitu fokus ekonomi, konsolidasi demokrasi dan pemberantasan korupsi.
Tak Kebayang Capres Raker Sama Komisi I
Keputusan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto untuk menjadi menteri Jokowi mengejutkan partai politik pendukungnya di Pilpres 2019, salah satunya Partai Amanat Nasional (PAN). Ketua DPP PAN Yandri Susanto mengaku heran Prabowo bersedia menjadi Menteri Kabinet Indonesia Maju.
Dia tidak bisa membayangkan bagaimana Prabowo saat rapat kerja (Raker) dengan anggota DPR. Sambil berguyon, dia khawatir ada anggota yang salah sebut Prabowo yang sudah menjabat sebagai menteri sebagai capres.
"Saya enggak kebayang itu capres nanti Raker sama Komisi I begitu kan. Nanti jangan-jangan 'Pak capres eh bukan pak menteri' begitu nah nanti orang nanya begitu kan," katanya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (22/10).
Kemarin Jadi Kompetitor, Sekarang Jadi Pembantu
Wakil Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Hidayat Nur Wahid mengatakan keputusan Prabowo Subianto bergabung dengan Pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin merupakan hak Prabowo. Dia tidak mau berkomentar banyak soal relasi pendukung Prabowo setelah bergabung ke pemerintah. Dia menyerahkan pribadi Prabowo dan sepenuhnya pada masyarakat.
"Itu yang harus mengukur beliau ya. Beliau lah yang pertama kali harus mengukur, apakah itu akan menurunkan marwah beliau, kemarin jadi kompetitor, sekarang jadi pembantu (Jokowi)," kata Hidayat di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (21/10).
(mdk/dan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya