Setnov: Partai tak boleh hanya kejar kekuasaan, tapi beri solusi

Setnov: Partai tak boleh hanya kejar kekuasaan, tapi beri solusi. Partai Golkar punya catatan tersendiri dalam menyambut penutupan akhir tahun sepanjang 2016 ini. Partai Golkar melihat fundamental demokrasi Indonesia dalam ujian yang serius.

Randy Ferdi Firdaus
Oleh Randy Ferdi Firdaus - Reporter
Setnov: Partai tak boleh hanya kejar kekuasaan, tapi beri solusi
Setya Novanto ketum Golkar. ©2016 Merdeka.com

Partai Golkar punya catatan tersendiri dalam menyambut penutupan akhir tahun sepanjang 2016 ini. Partai Golkar melihat fundamental demokrasi Indonesia dalam ujian yang serius. Dinamika politik mutakhir terjadi karena sikap saling menghargai dan menghormati tergerus oleh ego dan kepentingan jangka pendek.Ketua Umum Partai Golkar, Setya Novanto (Setnov) mengatakan, transisi demokrasi tidak boleh berhenti pada hal-hal yang bersifat prosuderal. Tetapi harus membawa perubahan nilai, pola pikir, dan perilaku. Dia mengajak semua pihak membangun demokrasi yang berkeadaban, yaitu demokrasi yang membawa kebaikan dan keluhuran. Bukan demokrasi yang membawa benih-benih perpecahan bagi keutuhan bangsa.Novanto juga memberikan catatan kepada penegakan hukum di Indonesia. Menurut dia, fundamental demokrasi Indonesia tidak akan tumbuh kuat tanpa penegakan hukum dan pemahaman terhadap filosofi kehidupan berbangsa untuk saling menghormati dan menghargai setiap perbedaan antar komponen bangsa."Kedewasaan berpolitik juga mesti menjadi penuntun. Kita tidak boleh terjebak dalam hiruk pikuk politik sosial media yang terkadang penuh dengan ujaran kebencian dan berbagai berita hoax. Perbedaan dan sikap politik tak boleh membelah anak bangsa pada perpecahan, perbedaan harus menjadi kekuatan dalam memantapkan kebinnekaan kemajemukan," kata Novanto dalam keterangan persnya, Rabu (28/12).Novanto menambahkan, politik pada hakikatnya upaya membangun konsensus demi kehidupan bersama yang menjamin rasa aman, adil dan membawa kemaslahatan bagi seluruh rakyat. Politik yang tumbuh baik akan linear dengan hal-hal positif. Sementara politik yang penuh dengan ancaman, kebencian dan pembunuhan karakter hanya akan melahirkan keburukan."Maka peranan partai politik sebagai wadah partisipasi politik warga negara harus ditingkatkan. Partai politik perlu memberikan perhatikan pada pendidikan politik masyarakat, partai politik tidak boleh hanya mengejar kekuasaan semata, tapi lupa untuk mendidik masyarakat supaya lebih dewasa dalam berpolitik. Lebih dari itu, partai politik harus hadir di tengah masyarakat untuk memberi solusi," kata Ketua DPR ini.Pada tahun 2017, lanjutnya, kita juga dihadapkan dengan pilkada serentak tahap kedua. Ada 101 daerah yang akan mengalami suksesi kepemimpinan. Rakyat harus dipahamkan agar dapat memilih pemimpin yang visioner. Pemimpin yang dapat membawa perubahan untuk kemajuan daerahnya. Karena itu, rakyat harus menentukan pemimpinnya secara demokratis bukan karena politik uang atau pencitraan yang bersifat semu, kata Novanto.Indonesia, lanjutnya, juga dituntut untuk terus meningkatkan kinerja demokrasi yang masih dalam tahap sedang. Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) sendiri kini mencapai angka 72,82. Kesadaran politik masyarakat yang ditunjukkan dengan hak-hak politik juga mengalami kenaikan sebesar 6,91 poin, naik dari 63,72 menjadi 70,63."Tapi, kebebasan sipil dan kepercayaan terhadap lembaga-lembaga demokrasi menurun. Indeks kebebasan sipil turun 2,32 poin dari 82,62 menjadi 80,30, sedangkan lembaga-lembaga demokrasi turun cukup tinggi mencapai 8,94 poin dari 75,81 menjadi 66,87," tutur dia.Ini menjadi tantangan karena kepercayaan masyarakat terhadap kinerja parlemen cenderung terus menurun. DPR perlu melakukan merevitalisasi agar lebih optimal dalam membuat UU, menyusun anggaran untuk rakyat serta menyuarakan aspirasi dan kepentingan rakyat."Peningkatan fungsi pengawasan juga perlu dimantapkan demi tegaknya mekanisme check and balances, karena demokrasi yang sehat membutuhkan kontrol dalam pemerintahan dan pembangunan," kata Novanto.

Rekomendasi