Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) membangun poros ketiga Pilpres 2024. Koalisi ini masih butuh minimal satu partai politik untuk bisa mengusung calon presiden dan calon wakil presiden. Maka itu membuka peluang kerja sama dengan partai politik lain.
Menanggapi ini, Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menuturkan, pihaknya tidak ingin mencampuri strategi partai politik lain. Hasto bilang, semua partai punya kalkulasi politik sendiri.
"Kami tidak mencampuri strategi dan kebijakan rumah tangga parpol lain. Setiap partai punya kalkulasi politik tersendiri," ujar Hasto di Sekolah Partai PDIP, Jakarta, Jumat (10/6).
Sementara PDIP sudah punya kalkulasi politik sendiri, yaitu untuk bergerak ke bawah menyatu bersama rakyat.
"Dan kalkulasi politik PDIP adalah bergerak ke bawah menyatukan diri dengan seluruh kekuatan rakyat membangun optimisme bagi rakyat," ujar Hasto.
Advertisement
Sebelumnya, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menginisiasi poros ketiga untuk Pemilu 2024. Benih-benih koalisi itu mulai diperlihatkan PKS dan PKB.
PKS dan PKB melakukan konferensi pers bersama di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (9/6). PKB diwakili oleh Wakil Ketua Umum Jazilul Fawaid dan PKS diwakili Sekjen Habib Aboe Bakar Al-Habsyi.
Aboe berharap pertemuan dengan PKB ini menarik partai lain untuk membangun koalisi poros ketiga. Saat ini PKS mengantongi 50 kursi, PKB 58 kursi, kurang tujuh kursi parlemen untuk memenuhi ambang batas pencalonan presiden 115 kursi.
"Kita berharap pertemuan gabungan ini akan jadi magnet yang keras, magnet yang baik untuk para partai-partai yang lain yang bergabung," ujar Aboe.