Pemred Obor Rakyat: Produk jurnalis kami fakta
Merdeka.com - Setelah sempat sembunyi dan sulit dihubungi, pemimpin redaksi Obor Rakyat, Setiyardi Budiono akhirnya muncul dan memberikan penjelasan. Dia berpendapat apa yang ditulisnya merupakan kebenaran, meskipun mengakui dia memasukkan pendapat redaksi di dalam koran tersebut. Salah satu pendapat yang kontroversial adalah soal agama di PDIP .
"Saya justru terheran-heran menganggap kampanye hitam, pihak PDIP kan bisa mengklarifikasi. Redaksi secara tegas mengatakan 184 nonmuslim kursi DPR itu kan fakta dan pendapat redaksi," lanjut dia di diskusi Polemik 'Hitam Putih Kampanye' di Warung Daun, Jakarta, Sabtu (14/6).
Dia menambahkan fakta tersebut juga dilatarbelakangi konteks sejarah pembentukan PDIP dulu.
"Mereka berasal fusi yang berideologi nasrani, fakta menunjukkan sekarang caleg PDIP kebanyakan dari non-Islam," sambung lelaki yang memakai baju kota-kotak Jokowi itu.
Pimpinan Redaksi Tabloid Obor Rakyat Setiardi Budiono sebelumnya dilaporkan tim hukum Jokowi - JK ke Bawaslu atas dugaan pelanggaran Pemilu. Dia diduga melakukan penistaan sesuai Pasal 41 UU No. 42 tahun 2008 terhadap pasangan Jokowi - JK .
Tabloid bernama 'Obor Rakyat' memberitakan tentang Jokowi dan partai yang mengusungnya, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ( PDIP ) terkait hal-hal yang bernuansa SARA. Antara lain 'Jokowi Capres Boneka', '184 Caleg Non-Muslim PDI-P untuk kursi DPR RI', 'Capres Boneka Suka Ingkar Janji' dan 'Disandera Cukong dan Misionaris'.
Ada juga berita yang berjudul 'Dari Solo sampai Jakarta De-Islamisasi ala Jokowi", serta berita tentang 'Cukong-cukong di Belakang Jokowi'. Semua jenis berita yang disajikan tabloid 'Obor Rakyat' yang mencantumkan alamat redaksi di Jalan Pisangan Timur Raya IX, Jakarta Timur, menampilkan sisi negatif capres Jokowi .
(mdk/war)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya