Ngeri-ngeri sedap menunggu pemenang Pilgub Bali

Reporter : Laurencius Simanjuntak | Kamis, 16 Mei 2013 06:06




Ngeri-ngeri sedap menunggu pemenang Pilgub Bali
pastika dan puspayoga. ©Facebook.com

Merdeka.com - Tak seperti Pilkada-pilkada biasanya, di mana pemenang sudah bisa ditebak lewat hitung cepat (quick count) pada hari H, hasil Pilgub Bali lain daripada yang lain. Hasil hitung cepat yang dilakukan sejumlah lembaga survei bahkan tidak bisa memprediksi pemenang kontestasi politik di Pulau Dewata itu.

Seperti hasil hitung cepat Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) yang dirilis kemarin, menunjukkan pasangan nomor urut 1, Anak Agung Ngurah Puspayoga-Dewa Sukrawan, mendapat 50,31 persen suara. Sedangkan, pasar nomor urut 2, I Made Mangku Pastika - Ketut Sudikerta, memperoleh 49,69 persen suara.

Sekilas, Puspayoga memang unggul dalam angka quick count. Namun harus diingat hitung cepat juga adalah survei, yakni sebuah metode ilmiah untuk mengobservasi populasi lewat perwakilan sampel. Karena cuma mengobservasi sampel itulah, maka terdapat batas kesalahan (margin of error).

Dalam dunia riset, batas kesalahan dapat diartikan sebagai tingkat ketidaksesuaian hasil survei (statistik) dengan kenyataan di lapangan. Dalam hitung cepat kemarin, SMRC menetapkan batas kesalahan plus minus 1 persen. Artinya, suara Puspayoga sebenarnya di lapangan adalah dalam kisaran 49,31 - 51,31 persen. Hasil itu didapat dari penambahan dan pengurangan 1 persen dari 50,31 persen, perolehan suara hitung cepat pasangan PDIP itu.

Begitu juga dengan suara Pastika-Sudikerta yang dalam hitung cepat memperoleh 49,69 persen. Maka dalam keadaan sebenarnya di lapangan suara pasangan yang diusung Demokrat dkk itu adalah 48,69 - 50,69 persen.

Nah, jika suara sebenarnya Puspayoga di lapangan berkisar 49,31 - 51,31 persen dan kenyataan raihan suara Pastika dalam rentang 48,69 - 50,69 persen, maka perolehan suara dua pasangan calon itu berhimpitan. Artinya, belum bisa dipastikan siapa yang unggul dan kalah dalam keadaan sebenarnya.

Jika begini keadaannya, cara satu-satunya untuk mengetahui pemenang adalah menunggu perhitungan manual (real count) oleh KPU Bali. Dalam perhitungan jenis ini, batas kesalahan tidak berlaku, karena seluruh suara dari TPS (populasi) dihitung/diobservasi.

Dalam rapat rekapitulasi suara di KPU Bali nanti, barulah pemenang akan ketahuan. Karena selisih suara sangat tipis, lembar demi lembar kertas suara yang dibuka dan dihitung pastilah berarti. Terlebih, jika perhitungan surat suara sudah sampai di TPS terakhir. Meminjam istilah Sutan Bhatoegana, pasti perhitungan manual itu bakal "ngeri-ngeri sedap."

[ren]

KUMPULAN BERITA
# Pilgub Bali

JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya







Komentar Anda


Be Smart, Read More
Back to the top

Today #mTAG iREPORTER
LATEST UPDATE
  • Penjara pun tidak dapat menjegal Indar Atmanto raih penghargaan
  • Hendak ke RS Koja, Asep ditodong 5 perampok
  • Jelang pengumuman, beredar bocoran nama menteri Kabinet Jokowi
  • Industri kreatif jadi senjata genjot ekonomi negara maju
  • Aldi Taher resmi jadi suami Georgia Aisyah Putri
  • Tergiur uang berlimpah, Agus nekat jual togel di rumah
  • Sudah meninggal, pemuda Rumania bikin panik puluhan mantannya
  • Penerawangan Mbah Rekso tentang malam 1 Suro
  • Wow! Ternyata ada misteri di dalam trailer 'AGE OF ULTRON'
  • Tokyo Ska Paradise Bikin Venue SoundFair 2014 Bergoyang
  • SHOW MORE