Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Nasaruddin Umar Cerita Tulis Disertasi saat Megawati Diadang Ayat dan Hadis

Nasaruddin Umar Cerita Tulis Disertasi saat Megawati Diadang Ayat dan Hadis Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Imam Masjid Istiqlal, Nasaruddin Umar mengaku tak bermimpi ingin menjadi cawapres di Pemilu 2024. Hal ini menjawab kabar dirinya masuk kandidat Cawapres Ganjar Pranowo.

Nasaruddin tak menjawab tegas ketika ditanya mau atau tidak menjadi cawapres Ganjar. Namun dia mengakui punya kedekatan dengan keluarga Ketum PDIP, Megawati Soekarnoputri.

"Soal dengan Bu Mega memang seperti almarhum Pak Taufiq (Kiemas) memang dekat. Dia sosok, figur orangtua yang baik. Saya sering diajak untuk diskusi," ujar Nasaruddin saat berbincang dengan merdeka.com, Kamis (16/5).

Nasaruddin cerita, Taufiq Kiemas sosok yang tak pernah memilih teman. Termasuk dengan Megawati, dirinya pernah menulis disertasi tentang seorang pemimpin wanita.

"Memang saya kebetulan disertasi saya tentang gender. Dulu terbit saat ibu Mega sedang diadang dengan ayat dan hadis," katanya.

Menurut dia, mungkin ada secara tidak langsung disertasi tersebut memberikan penenangan. Intinya, tak usah membedakan laki-laki dan peempuan. Sebab, baik laki-laki maupun perempuan sama-sama khalifah dan hamba di dunia.

"Itulah pandangan islam kita enggak usah mendeskritikan perempuan. Karena perempuan juga hamba Tuhan, khalifah. Itu memang saya sering suarakan," ujar dia.

Namun, dia menggarisbawahi, disertasi tersebut merupakan pendapat akademik. Apabila dikaitkan dan dengan Megawati, hal tersebut persepsi publik.

"Apakah itu nanti dihubungkan dengan ibu Megawati terserah orang melihatnya. Tapi secara pribadi saya jujur bahwa saya dekat dengan beliau dan keluarganya," tutup dia.

Sebelumnya, Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dikabarkan tengah menyiapkan Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta, Nasaruddin Umar menjadi cawapres Ganjar Pranowo.

Ketua Majelis Pertimbangan Dewan Pimpinan Pusat Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Muhammad Romahurmuziy mengakui Nasaruddin salah satu tokoh masuk kandidat bakal cawapres Ganjar.

"Nasaruddin Umar termasuk tokoh bangsa yang sedang kita elus-elus untuk menjadi Cawapres mas Ganjar," kata Rommy dalam keterangannya, Selasa (16/5).

Rommy menjabarkan Nasaruddin Umar memiliki kriteria yang sesuai, yaitu tokoh luar Jawa dan memiliki warna keagamaan yang moderat.

"Rais Syuriah PB Nahdlatul Ulama, dan bisa diterima luas oleh banyak kalangan," imbuhnya.

Selain itu, disinggung soal Sandiaga Uno, Rommy mengatakan peluang menteri pariwisata itu tetap terbuka untuk mendampingi Ganjar. "Nama Sandi masih ada lah," katanya.

Menurut sumber merdeka.com, ada beberapa pertimbangan Megawati memunculkan nama Wakil Menteri Agama Republik Indonesia era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini. Antara lain, seorang NU tulen yang punya keilmuan mumpuni, basis NU kuat dan tidak ambisius dalam urusan politik.

"Iya nama Nasaruddin menguat," kata sumber merdeka.com di internal koalisi Jokowi saat berbincang dengan merdeka.com.

Pengurus PDIP merasa Nasaruddin ideal mendampingi Ganjar karena sesuai keinginan Megawati mengusung duet nasionalis-religius. Plus, Nasaruddin dianggap melengkapi Ganjar secara elektoral.

"Dari sisi intelektual masuk, sama profesor doktor. Dari sisi NU masuk, terus akar kuat itu. NU tulen orangnya enggak neko-neko," kata sumber.

Ikuti perkembangan terkini seputar berita Pemilu 2024 hanya di merdeka.com

(mdk/rnd)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP