Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf, Abdul Kadir Karding mengatakan capres petahana Joko Widodo menekankan untuk menyampaikan kinerja pemerintahan dengan bahasa yang mudah dipahami. Misalnya menjabarkan pembangunan infrastruktur yang sudah dilakukan 4 tahun.
"Jadi jelaskan kita kan sudah membangun puluhan ribu jalan tol itu kan tidak saja dipahami dengan verbal, tapi kalau kita jelaskan dengan jalan ini kita lahir usaha ini, distribusi barang lancar, jadi efisien, tepat itu kan jadi paham semuanya," ujarnya ketika dikonfirmasi, Selasa (23/10).
Sebelumnya, Jokowi mengumpulkan tim kampanye, jubir, dan influencer di Hotel Santika, Bogor, Jawa Barat, Selasa (22/10).
Ketua DPP PKB itu menyebut sebagai penanggungjawab tim kampanye, Jokowi ingin memberikan prinsip berkampanye ke masyarakat.
"Mulai dari konsen dan narasi apa yang disampaikan," ucapnya.
Poin kedua adalah berkampanye dengan narasi konstruktif dan beradab. Narasi yang dibangun data, fokus prestasi, rekam jejak dan program.
"Kedua menekankan dalam kampanye konsen dalam narasi yang konstruktif dan beradab, dibangun atas data, serta fokus pada prestasi, jejak rekam, program dan visi misi ya," jelas Karding.
Jubir TKN lainnya, Irma Suryani Chaniago mengatakan para jubir dan influencer juga dititipkan program pemerintah yang telah, sedang dan akan dikerjakan untuk disampaikan ke masyarakat. Tentu dengan berbasis data.
"Bahwa semua program pemerintah yang sudah dilaksanakan, yang sedang dilaksanakan dan yang Akan dilaksanakan harus di informasikan ke publik by data," kata Irma kepada merdeka.com lewat pesan singkat.