Jokowi fokus pemilih nasionalis, Ma'ruf Amin garap suara muslim
Merdeka.com - Koalisi Indonesia Kerja tengah mempersiapkan strategi kampanye untuk memenangkan Joko Widodo-Ma'ruf Amin pada Pilpres 2019. Pasalnya kedua pasangan calon kini masih sibuk dengan jabatan yang masih diemban.
Juru Bicara (KIK) Ahmad Basarah mengungkap, Jokowi-Ma'ruf Amin baru bakal tancap gas saat bulan Desember. Sedangkan untuk September sampai Oktober, irama kampanye tidak terlalu intensif.
Dia menjelaskan, Jokowi masih akan fokus sebagai kepala pemerintahan. Begitu juga Ma'ruf sebagai ketua Majelis Ulama Indonesia. Keduanya bakal memprioritaskan tugas-tugas yang tengah diemban.
"Nanti sekitar bulan Desember, Januari saya kira intensitas kampanye kedua capres cawapres kita tersebut akan lebih intensif keliling ke berbagai daerah," kata Basarah di kawasan Senen, Jakarta Pusat, Selasa (25/9).
Adapun daerah-daerah yang menjadi tujuan kampanye bakal dibedakan sesuai dengan ketokohan. Jokowi bakal ke daerah-daerah pemilih nasional. Sementara, Ma'ruf akan berkampanye di wilayah dengan pemilih Islam.
Basarah berharap Ma'ruf bakal bersilahturahmi dengan masyarakat Islam di seluruh Indonesia. Namun tak menutup pula Jokowi masuk ke lumbung pemilih Islam.
"Jadi Pak Jokowi pun akan berkampanye di kalangan Islam dan sebaliknya kiai Ma'ruf Amin sebagai tokoh NU, sebagai Islam kebangsaan juga akan berkomunikasi dan bersilaturahmi dengan masyarakat dari golongan kebangsaan," jelasnya.
Untuk daerah mana yang menjadi lumbung suara, Basarah menjelaskan semua pemilih sangat berharga. Jokowi dan Ma'ruf bakal diusahakan berkampanye di seluruh wilayah. Sementara, jadwal kampanye bakal diumumkan ketua Tim Kampanye Nasional Erick Thohir.
"Sehingga karena itu diusahakan pak Jokowi dan Ma'ruf Amin akan menemui, bersilaturahmi dengan seluruh masyarakat indonesia di seluruh wilayah indonesia," tutup Wakil Ketua MPR itu.
(mdk/fik)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya