JK sebut tanpa Golkar situasi politik nasional kurang sempurna

Wapres Jusuf Kalla: Golkar harus hidup dalam perpolitikan nasional.

Raynaldo Ghiffari Lubabah
JK sebut tanpa Golkar situasi politik nasional kurang sempurna
Kampanye Golkar. ©2014 merdeka.com/Muhammad Luthfi Rahman

Dalam silaturahmi nasional (Silatnas) yang digelar di DPP Partai Golkar, Jalan Anggrek Neli Murni, Slipi, Jakarta Barat, Minggu (1/11), Wakil Presiden Jusuf Kalla membanggakan rekam perjalanan Partai Golkar dalam percaturan politik nasional. JK sapaan akrabnya, menuturkan, di masa lalu Golkar selalu menjadi partai nomor satu.

"Karena dulu partainya cuma tiga. Siapapun yang memimpin, partai ini pasti jadi nomor satu. Kalau sekarang dibutuhkan kemampuan saudara. Politik lebih terbuka," ujar JK.

Karena itu JK tidak ingin Golkar terpecah belah dan hancur sehingga absen dalam pertarungan Pilkada. Di saat terjadi dualisme dalam tubuh Golkar dan PPP, pemerintah dan KPU merombak aturan agar Golkar bisa ikut serta dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak. Sebab, perpolitikan nasional tak lengkap tanpa kehadiran partai berlambang pohon beringin ini.

"Menyesuaikan aturan dengan keyakinan tanpa Golkar situasi politik tak sempurna. Golkar harus hidup dalam perpolitikan nasional," tegasnya.

Kesempatan ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh pengurus partai. Karena itu JK berharap Partai Golkar tidak lagi digerogoti persoalan internal yang memecah belah.

"Kalau Golkar hanya isinya perselisihsan internal, kita tak jalankan fungsi baik. Berita Golkar harus isinya upaya membangun bangsa, mencerdaskan anggota, menjalankan fungsi politik, loyal dan kritis," harapnya.

JK menyambut baik dukungan Golkar pada pemerintah. Dukungan ini penting agar pemerintah tetap berjalan sesuai fungsinya.

"Tanpa kritik pemerintah tak tahu kekurangan. Fungsi partai itu jadikan bangsa besar," katanya.

Rekomendasi