Gibran Dipanggil DPP, Aria Bima: Sudah Menjadi Tradisi PDIP
Merdeka.com - Politikus senior PDI Perjuangan Aria Bima menilai pemanggilan Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka oleh DPP merupakan tradisi partai. Sekjen PDIP sudah biasa memintai pendapat kadernya jika ada kejadian yang memunculkan ekses di masyarakat.
"Terkait pertemuan Sekjen, sudah menjadi tradisi PDI Perjuangan, selalu meminta pendapat dari kadernya jika ada kejadian yang bisa menimbulkan ekses atau kontraksi politik di publik " ujar Aria Bima dalam unggahan di akun Instagram @ariabima_ab," Minggu (22/5).
"Gibran dipanggil PDI Perjuangan, tidak berlebihan, bukan sebagai manuver," tulis Bima dalam judul unggahan foto dirinya.
"Saya melihat betul politics gesturnya Mas Wali yang menolak posisi duduk berdampingan dengan Prabowo. Jadi betul betul hanya mengantar tim suksesnya pada pilkada 2020 yang berasal dari Partai Gerindra," belanya.
Menurut Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, dua kali kontestasi pilpres, rasanya cukup sulit memindahkan relawan Jokowi ke Prabowo. Jika pun ada, kata dia, persentasenya tidak terlalu besar.
Terkait dukungan kader pada pilpres, menurutnya, sudah jelas jika Ketua Umum PDIP sudah mengumumkan capres, harus dijalankan oleh semua kader di tiga pilar partai, tanpa terkecuali.
"Sampai di sini saya belum melihat hal yang dilakukan Gibran ini sebagai sebuah manuver," tandasnya.
Aria Bima mengaku sudah berkomunikasi dengan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto yang membenarkan ada pertemuan dengan Gibran. Namun, dikatakannya, konteksnya berbeda dengan pemanggilan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat itu.
"Konteksnya terkait pertemuan relawan Gibran di Loji Gandrung saat Gibran bertemu dengan Prabowo, di mana memang bagian dari relawan Gibran pada pilkada 2020, ada yang berasal dari Partai Gerindra," pungkasnya.
Ikuti perkembangan terkini seputar berita Pemilu 2024 hanya di merdeka.com
(mdk/yan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya