Ganjar Pranowo Capres PDIP, Jusuf Kalla: Kewenangan PDIP, Kita Hormati

Pria yang akrab disapa JK ini mengatakan, partai memiliki wewenang menentukan jagoannya.

Muhammad Genantan Saputra
Ganjar Pranowo Capres PDIP, Jusuf Kalla: Kewenangan PDIP, Kita Hormati
Megawati umumkan Ganjar Pranowo Capres PDIP. ©2023 Merdeka.com

Wakil Presiden RI Periode 2004-2009 dan 2014-2019 Muhammad Jusuf Kalla mengapresiasi keputusan Ketua Umum PDI Perjuangan megawati Soekarnoputri mengumumkan Ganjar Pranowo sebagai calon presiden.

Politikus senior Golkar Jusuf Kalla disebut sebagai king maker dari Anies Baswedan sebagai calon presiden 2024. JK bersama para king maker lain yaitu Ketua Majelis Tinggi Golkar Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), dan Ketua Umum NasDem Surya Paloh terus menjalin komunikasi untuk memenangkan Anies Baswedan di Pilpres 2024.

Pria yang akrab disapa JK ini mengatakan, partai memiliki wewenang menentukan jagoannya.

"Itu tentu adalah kewenangan PDIP sendiri dan kita menghormati itu," kata Jusuf Kalla di Masjid Istiqlal Jakarta, Sabtu (22/4).

Pada kesempatan ini, JK mengucapkan syukur dua tanggal perayaan Hari Raya Idul Fitri 1444 Hijriah berlangsung lancar.

"Alhamdulillah pelaksanaan Idul Fitri tahun ini berjalan dengan lancar. Toleransi masyarakat walaupun ada dua Idul Fitri tapi semua berjalan dengan baik," kata Jusuf Kalla.

Pemerintah melalui Kementerian Agama menetapkan 1 Syawal 1444 Hijriah atau Idul Fitri 2023 jatuh pada Sabtu (22/4), sedangkan ormas Muhammadiyah menyatakan 1 Syawal 1444 Hijriah pada Jumat (21/4) sehingga sebagian umat Islam sudah menjalankan shalat Idul Fitri.

Jusuf Kalla sendiri menunaikan shalat Idul Fitri di Masjid Istiqlal Jakarta yang dihadiri Wakil Presiden Ma'ruf Amin, Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono, Ketua Mahkamah Agung H.M. Syarifuddin, Menteri ESDM Arifin Tasrief, Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno, Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa'adi hingga mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

"Ada keinginan di masjid ramai, tarawih ramai, ini ramai, ini menandakan selama tiga tahun kemarin masyarakat tidak ada kesempatan," tambah Kalla.

Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) itu mengatakan Idulfitri tahun in tidak ada muatan politik.

"Ya justru Lebaran itu mempersatukan orang, tidak ada di sini, partai apa atau partai apa," ungkap Kalla.

Rekomendasi