Fahri Hamzah mengaku kaget dengan sikap elite Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang memecat dirinya tanpa prosedur partai. Padahal, dalam partai yang didirikannya itu terdapat tradisi penyelesaian masalah dengan cara baik-baik."Tradisi-tradisi biasa PKS dalam menyelesaikan masalah dibicarakan baik-baik itu, lenyap," ungkap Fahri di Palembang, Selasa (5/4).Menurut dia, selama ini PKS tidak pernah melakukan tindakan yang bertentangan AD/ART partai seperti memprovokasi, membocorkan dokumen, apalagi memakai pengusaha yang tidak jelas dan baru keluar penjara untuk menyingkirkannya dari PKS."Menurut saya ini ada operasi besar lainnya. Nanti akan kita pelajari bersama-sama. Tetap saya menganggap aneh karena ini tidak lumrah dalam PKS," ujarnya.Lebih jauh, Fahri kecewa dengan sikap elite PKS yang memberhentikannya sebagai anggota partai dengan cara yang tidak etis. Apalagi, surat pemberhentian itu dikirim ke rumahnya bukan oleh pengurus partai melainkan seorang kurir."Pemberhentian saya dari tingkat jabatan partai yang sebetulnya tinggi itu melalui tukang pos semacam kurir," kata dia.Oleh karena itu, Fahri berencana membuat beberapa klarifikasi terkait tudingan elite PKS terhadapnya yang diposting melalui website resmi PKS. Sebab, kata dia, dalam kronologi yang dimuat dalam website itu banyak terdapat kebohongan dan terkesan direkayasa."Saya membaca website itu, ada kebohongan dalam kronologi itu, dikarang ceritanya, seolah-olah. Misalnya soal saya menyetujui sepihak pembubaran KPK. Itu mustahil, dari mana itu. Saya khawatir yang membuat kronologi itu bukan orang yang mengerti cara kerja negara. Banyak hal-hal yang sedang saya klarifikasikan," pungkasnya.
Fahri sebut tradisi penyelesaian konflik di tubuh PKS sudah lenyap
"Tetap saya menganggap aneh karena ini tidak lumrah dalam PKS," ujarnya.
Advertisement
Rekomendasi