Cara Prabowo-Sandi Cari Dana Buat Kampanye Pilpres 2019
Merdeka.com - Capres dan Cawapres, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mengakui kekurangan dana kampanye pada Pilpres 2019. Keduanya harus mencari dana untuk kampanye Pilpres 2019.
Salah satunya dengan merogeh kocek pribadi dan meminta relawannya untuk membantu menggalang dana secara sukarela. Cara ini dinilai ampuh untuk menutupi kekurangan dana yang dialami kubu Prabowo-Sandi.
Berikut ini cara Prabowo-Sandiaga Uno mencari dana untuk kampanye Pilpres 2019:
Buka Rekening
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comCapres Prabowo membuka nomor rekening khusus untuk menampung uang yang terkumpul dari masyarakat. Uang itu untuk membantu dana kampanye di Pilpres 2019. Wasekjen DPP Partai Gerindra Sudaryono menjelaskan, dibukanya rekening umum ini disebut sebagai perjuangan bersama masyarakat menuju 2019. Dia mengklaim, para pendukung paslon 02 tidak ingin membiarkan Prabowo dan Sandi berjuang sendiri.
"Mereka tak ingin calonnya berjuang sendiri, jadi masyarakat yang ingin berpatisipasi bisa mengirimkan ke nomor rekening 849500200100002 Bank BNI/BNI Syariah atas nama GalangPerjuanganPS," kata Sudaryono.
Menerima Sumbangan dari Masyarakat
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comPrabowo-Sandi menerima sumbangan yang bersumber dari masyarakat pendukungnya. Prabowo mengapresiasi sumbangan dana kampanye dari seorang masyarakat bernama Iqbal Faisal Aji. Lewat unggahan di Instagram resmi Koalisi Indonesia Adil Makmur, diketahui Iqbal memberi sumbangan dana kampanye ke rekening Galang Perjuangan Prabowo Sandi sebesar Rp 20 ribu.
Sementara itu Sandiaga juga mendapatkan sumbangan kampanye dari sejumlah emak-emak di acara temu kader dan bincang santai Penguatan Ekonomi Lokal bersama Cak Sandi. Sumbangan yang diberikan sebesar Rp 7 juta dalam dua toples plastik. Dia juga menerima sumbangan pendukungnya saat dirinya sedang menonton film Hanum dan Rangga. Untuk jumlahnya tidak disebutkan karena sumbangan itu dibungkus amplop dan langsung diserahkan pada Sandi.
Menjual Saham
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comSandiaga harus menjual beberapa saham PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG), hal ini dilakukan untuk membiayai kampanyenya dalam pilpres 2019. Karena sampai saat ini pihaknya masih kekurangan dana kampanye. "Makanya saya jual kembali saham," kata Sandiaga Uno.
Sandi menjual 51,40 juta saham PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG). Dia meraup dana Rp 194,08 miliar dari penjualan saham SRTG tersebut. Mengutip keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis 4 Oktober 2018, Sandiaga Uno melepas saham PT Saratoga Investama Sedaya Tbk dalam dua tahap antara lain pertama pada 2 Oktober 2018 dengan jual 12 juta saham. Kemudian pada 3 Oktober 2018, Sandiaga Uno jual 39,40 juta saham.
Kemudian Berdasarkan pengumuman dalam keterbukaan informasi BEI, Rabu (17/10), Sandi kembali jual saham PT Saratoga Investama Sedaya Tbk dalam dua tahap. Pada tahap I 2018, Sandiaga Uno jual 28 juta saham dengan harga Rp 3.776 pada 8 Oktober 2018. Kemudian tahap II 2018, Sandiaga Uno jual 2,1 juta saham dengan harga Rp 3.802 per saham.
Sandiaga kembali menjual sahamnya Kali ini, Sandi melego 41.800.000 lembar saham miliknya melalui Bursa Efek Indonesia (BEI). Adapun transaksi penjualan tersebut dilakukan pada tanggal 27 dan 28 November 2018. Kemudian dia kembali melepas saham miliknya pada tanggal 3 dan 4 Desember 2018. Total saham yang dia jual mencapai 5 juta unit dengan harga 3.776 per lembar saham. Dengan demikian, dari aksi jual saham tersebut, Sandi berhasil mengantongi sekitar Rp 157.836.800.000.
Total Sumbangan Prabowo-Sandiaga
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comTim Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi kembali melaporkan penerimaan dana kampanye yang digunakan sejak 23 September hingga 27 November 2018 untuk kepentingan Pilpres 2019. Total penerimaan dana kampanye sebesar Rp 41,9 miliar.
Rincian dana penerimaan dana kampanye itu terdiri dari sumbangan Partai Gerindra sebanyak Rp 1.389.942.500 (3,3 persen), sumbangan Prabowo berbentuk jasa sebesar Rp 4.969.716.500 (11,9 persen) dan sumbangan Prabowo berbentuk uang 7.000.000.000 (16,7 persen).
Sementara, Sandiaga menyumbang sebesar Rp 28.500.000.000 (68,0 persen). Kemudian sumbangan perorangan Rp 10.050.000 (0,0 persen) dan sumbangan kelompok Rp 27.563.000 (16,7 persen).
(mdk/has)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya