Basis pemilih muslim, PKB lebih diuntungkan usung Cawapres di 2019
Merdeka.com - Lingkaran Survei Indonesia (LSI) menilai PKB dan Demokrat menjadi penentu di Pilpres 2019. Dari hasil survei terakhir, kedua partai saling salip di posisi keempat di bawah PDIP, Golkar dan Gerindra.
Apalagi, PKB dan Demokrat telah menyiapkan nama untuk diusung jadi cawapres. PKB ingin mengusung Muhaimin Iskandar (Cak Imin) dan Demokrat mengusulkan nama Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
Peneliti LSI Rully Akbar mengatakan, langkah menggadang Cak Imin maju dalam Pemilu nanti dapat meningkatkan elektabilitas PKB. Dia mengatakan, PKB bersaing ketat dengan Demokrat yang mengangkat Agus yang tengah gencarnya menggadang Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) untuk maju dalam Pemilu 2019 mendatang.
Dalam persaingan antara kedua partai tersebut, Rully mengatakan, PKB lebih diuntungkan dari Demokrat dengan isu Islam yang sedang hangatnya di masyarakat.
"Dimana sejak Pilkada Jakarta kemarin, isu mengenai Islam sangat seksi sekali, dan ini bisa diambil keuntungan oleh PKB, yang basis pemilih tradisionalnya basis pemilih Muslim terutama Nahdlatul Ulama," kata Rully dalam keterangan persnya di Jakarta, Kamis (25/1).
Menurut Rully, kedua figur tersebut dapat menaikkan elektabilitas partai jika sama-sama bersaing sebagai calon wakil presiden (cawapres) pada Pemilu 2019 mendatang. Sebab, sebagai partai papan tengah, Demokrat maupun PKB dinilai dapat menjadi salah satu partai penentu dan penopang dari tiga partai papan atas (PDIP, Golkar dan Gerindra) dalam mencalonkan presiden di pemilu 2019 nanti.
"Dua figur ini yang Cak Imin kemarin sempat santer dengan cawapres zaman now dan AHY juga begitu tagline-nya, dan mereka bersaing (di pilpres 2019). Memang ini bisa dibilang PKB dan Demokrat bisa menjadi partai penentu salah satu penopang partai tiga besar ini (PDIP, Golkar dan Gerindra), untuk mencalonkan presiden nanti ke depan," tambah Rully.
(mdk/rnd)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya