2015, Fahri Hamzah akan tetap keras awasi pemerintahan Jokowi

"Kami semua perlu menunjukkan bukti atas semua janji. Terutama presiden," kata Fahri.

Muhammad Sholeh
Oleh Muhammad Sholeh - Reporter
2015, Fahri Hamzah akan tetap keras awasi pemerintahan Jokowi
Fahri Hamzah. ©2013 Merdeka.com/dwi narwoko

Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah mengatakan, banyak peristiwa-peristiwa penting pada 2014. Terutama soal politik."Kita tahu, bahwa tahun 2014 adalah tahun politik terpenting karena pada tahun itu terjadi sukses legislatif dan presiden yang akan sangat menentukan arah bangsa ke depan. Dan akhir dari prosesi itu adalah ketika tanggal 20 Oktober Presiden dan wakil presiden terpilih mengucap sumpah di depan MPR," kata Fahri dalam keterangannya kepada wartawan mengenai pergantian tahun baru di Jakarta, Rabu (31/12).Wasekjen PKS itu menambahkan, baru 3 bulan setelah Oktober melihat politik sebagai kompetisi dan kini politik sebagai kerja sama. Dari mulai pemilu legislatif semua partai saling berkompetisi dan mengumbar janji kepada rakyat."Kami semua perlu menunjukkan bukti atas semua janji. Terutama presiden yang memang disumpah untuk kerja pelaksanaan (eksekusi). Presiden tentu harus melihat tahun 2015 sebagai tahun bekerjasama memenuhi janji tersebut sementara DPR tentu tetap harus menjalankan fungsi legislasi, anggaran dan pengawasan," jelas Fahri.Pada tahun depan, DPR akan terus mengawasi kerja pemerintahan Jokowi-JK. Dia tak ingin fungsi pengawasan DPR lemah."Peran ini tidak bisa dikurangi hanya karena kita ingin menghibur pemerintah tetapi fungsi DPR yang ketat itulah yang dapat membantu perbaikan kinerja pemerintah demi rakyat Indonesia," ujarnya.

Rekomendasi