Wamenhan: Papua tidak dalam kondisi genting

Reporter : Baiquni | Jumat, 22 Februari 2013 13:42




Wamenhan: Papua tidak dalam kondisi genting
Sjafrie Syamsuddin. ©2012 Merdeka.com

Merdeka.com - Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) Letjen TNI Sjafrie Sjamsoeddin mengatakan, keamanan di Papua pasca terjadinya insiden penembakan di Tingginambut, Kabupaten Puncak Jaya dan di Sinak, Kabupaten Puncak, Papua, tidak dalam kondisi genting. Karena itu, tidak akan ada peningkatan kekuatan dari Mabes TNI di Papua.

"Tidak ada satupun tendensi peningkatan kekuatan di Papua karena pada dasarnya ini adalah kondisi taktis," ujar Sjafrie di Gedung Kemenhan, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta, Jumat (22/2).

Syafrie mengatakan, pemerintah tetap menyerahkan tanggung jawab pemulihan kondisi pada aparat keamanan setempat. "Ini bisa dikendalikan oleh komando operasi yang berada di lapangan," kata dia.

Selanjutnya, kata Syafrie, pemulihan kondisi keamanan di Papua masih akan tetap bertumpu pada strategi pertahanan yang telah disusun. Strategi tersebut lebih menitikberatkan pada pembinaan teritorial negara.

"Intinya bahwa kami ingin tetap bertumpu bagaimana peningkatan kesejahteraan masyarakat, tetapi kami juga bisa membedakan mana ancaman yang bersenjata yang perlu mendapatkan suatu respon," ucap Syafrie.

Lebih lanjut, Syafrie menambahkan, pemerintah juga akan menggunakan strategi berlapis dalam upaya pemulihan keamanan di bumi Cenderawasih. "Strategi berlapis yang kami lakukan adalah membuka diplomasi yang dilakukan oleh satuan-satuan teritorial. Tetapi, jika sampai pada ancaman bersenjata maka tentu akan ada tindakan selayaknya TNI merespon hal-hal yang menyangkut kedaulatan," pungkas dia.

Kondisi Papua kembali memanas setelah penembakan yang dilakukan kelompok sipil bersenjata (KSB) pada dua lokasi yakni Sinak, Kabupaten Puncak Jaya dan Tingginambut, Kabupaten Puncak.

Akibat penembakan tersebut, delapan personel TNI dan empat warga sipil tewas. Evakuasi baru bisa dilakukan kepada dua personel TNI, Pratu Wahyu Wibowo dan Lettu Inf Reza, yang ditembak di Tingginambut

Sementara evakuasi terhadap personel TNI di Sinak, Kabupaten Puncak, hingga kini belum dapat dilakukan. Sebab, helikopter MI 17 milik TNI yang diberangkatkan untuk melakukan evakuasi tiba-tiba ditembaki orang tak dikenal. Akibat kejadian itu, tiga personel TNI yang berada di dalam helikopter tersebut mengalami luka-luka.

Berikut nama-nama korban penembakan di Papua:

TNI

1. Pratu Wahyu Bowo (Anggota Satgas TNI), tertembak di Pos Satgas TNI Distrik Tingginambut
2. Sertu Ramadhan, tertembak saat konvoi pengambilan logistik di Distrik Sinak
3. Sertu M Udin, tertembak saat konvoi pengambilan logistik di Distrik Sinak
4. Sertu Frans, tertembak saat konvoi pengambilan logistik di Distrik Sinak
5. Sertu Edi, tertembak saat konvoi pengambilan logistik di Distrik Sinak
6. Praka Jojon, tertembak saat konvoi pengambilan logistik di Distrik Sinak
7. Praka Wemprik, tertembak saat konvoi pengambilan logistik di Distrik Sinak
8. Pratu Mustofa, tertembak saat konvoi pengambilan logistik di Distik Sinak.

Sipil yang tewas di Sinak:

1. Yohanis
2. Uli
3. Markus
4. Satu orang lagi belum diketahui.

Sedangkan korban yang luka baik dari TNI dan sipil yakni:

1. Joni
2. Ronda
3. Rangka
4. Santin
5. Belum diketahui identitasnya

[dan]

KUMPULAN BERITA
# Penembakan Papua

JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya






Komentar Anda


Be Smart, Read More
Back to the top

Today #mTAG iREPORTER

LATEST UPDATE
  • Terungkap, pelaku pembobolan 3 Pura Dadia adalah 7 bocah SD
  • DPP PKS akan gelar rapat bahas hukuman 18 tahun Luthfi Hasan
  • Rinada tak mau bernasib seperti Ariel
  • Obati sakit menstruasi dengan operasi, Klinik Metropole ditutup
  • Harga Apple Watch 'Edition' berlapis emas tembus Rp 50 juta?
  • Orangtua siswa dipecat ingin tahu korban penganiayaan di SMA 70
  • Bahas dana desa, Pokja Tim Transisi Jokowi datangi Fraksi PDIP
  • Ibas: Partai Demokrat setuju Pilkada langsung
  • Disentil Dahlan, Jasa Marga janji transaksi tol cuma 1 detik
  • Romi laporkan pendudukan kantor PPP oleh preman ke Polda Metro
  • SHOW MORE