Gubernur Banten Wahidin Halim melakukan berbagai upaya untuk memulihkan dan percepatan pertumbuhan ekonomi di tengah pandemi virus Covid-19. Salah satu upaya dilakukan adalah dengan berusaha menarik sebanyak mungkin investasi melalui berbagai keterbukaan informasi, kemudahan layanan perizinan, hingga penerapan berbagai platform digital atau aplikasi yang memudahkan investasi.
"Kemudahan mendapatkan informasi, peningkatan berbagai infrastruktur baik jalan serta bentuk pelayanan publik lainnya, menjadi jawaban untuk memenuhi kebutuhan calon investor. Bentuk pelayanan itu mudah digunakan dan diproses melalui berbagai aplikasi perizinan yang terintegrasi," kata Wahidin Halim, Serang, Jumat (24/10).
Sehingga, lanjutnya, para investor bisa dengan mudah mengeksplorasi area potensial investasi di delapan kota kabupaten yang saat ini giat meningkatkan sektor pertanian, perkebunan, peternakan, kelautan hingga infrastruktur.
"Dengan mempromosikan pertumbuhan ekonomi di Banten dan meningkatnya investasi akan mempercepat upaya pemulihan ekonomi di saat pandemi ini. Sesuai RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah) Provinsi Banten, investasi yang masuk ke Provinsi Banten sebesar Rp49 triliun. Diharapkan hingga akhir tahun 2020 dapat tercapai," pungkas Wahidin Halim.
Sementara itu, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Banten, Mahdani menuturkan, realisasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) mencapai Rp12.3 triliun. Tersebar pada 1.345 proyek yang menyerap 11.868 orang pekerja. Nilai ini menjadikan Provinsi Banten berada di posisi pertama nasional untuk realisasi PMDN pada triwulan III 2020.
Sementara, untuk realisasi Penanaman Modal Asing (PMA) mencapai RpRp9,2 triliun. Tersebar pada 1.110 proyek yang mampu menyerap 5.937 orang pekerja. Nilai ini menjadikan Provinsi Banten berada keempat nasional untuk realisasi PMA. Hingga triwulan III 2020, total realisasi investasi di Provinsi Banten mencapai Rp42 triliun.
"Insya Allah target investasi tahun 2020 sebesar Rp49 triliun tercapai, tinggal Rp6 triliun. Masih ada ada waktu tiga bulan lagi, triwulan IV 2020," ujar Mahdani.