Taufiq Kiemas dikenal sebagai penggerak 4 pilar kebangsaan

Reporter : Mohamad Taufik | Sabtu, 8 Juni 2013 19:34




Taufiq Kiemas dikenal sebagai penggerak 4 pilar kebangsaan
Taufiq Kiemas. ©Reuters

Merdeka.com - Mendiang Ketua MPR Taufiq Kiemas sebelum meninggal dikenal sebagai motor penggerak "empat pilar" kebangsaan. Waktu itu MPR bersama sejumlah perguruan tinggi telah mengadakan survei tentang Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI.

Hasilnya, kata Taufik, mayoritas masyarakat berpendapat empat pilar kehidupan berbangsa dan bernegara itu adalah harga mati. Hal itu dikatakan Kiemas saat memberi kata sambutan dalam diskusi buku 'Empat Pilar untuk Satu Indonesia: Visi Kebangsaan Taufiq Kiemas' di Gedung DPR, Jakarta, Rabu 22 Februari 2012.

"Sudah dibuktikan melalui hasil survei 96 persen masyarakat mengatakan bahwa empat pilar itu harga mati, 91 persen masyarakat dengan sukarela ikut menyosialisasikan program ini, 80 persen GBHN masih sangat diperlukan untuk pembangunan bangsa ini," kata Taufiq yang sambut tepuk tangan.

Pernyataan Kiemas diamini oleh istrinya yang juga Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri. Menurut Megawati, empat pilar tidak hanya harga mati, tetapi semuanya harus tertancap dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

"Bila ada salah satu pilar yang roboh akan hancur semuanya. Kalau tidak ada 17 Agustus kita dimana ya? Itu pertanyaan strategis dan hakiki. 17 Agustus lahir karena Soekarno," ujar Megawati.

Diskusi juga dihadiri sejumlah tokoh seperti mantan Ketua PP Muhammadiyah, Syafi'i Maarif, Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar, Akbar Tandjung dan Ketua Dewan Pembina Ormas Nasdem, Surya Paloh. Sejumlah anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR juga hadir dalam diskusi.

Setelah memotori gerak empat pilar kebangsaan itu, TK--demikian dia disapa, berpulang di rumah sakit Singapore General Hospital, Sabtu (8/6) pukul 19.05 waktu setempat. Hal itu dikabarkan Wakil Ketua DPR RI Pramono Anung.

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal PDIP Tjahjo Kumolo dalam pesan pendek yang diterima merdeka.com, Taufiq dirawat akibat rasa lelah setelah menjalankan tugas negara pada 1 Juni 2013 di Ende, Nusa Tenggara Timur, dalam rangka memperingati kelahiran Pancasila.

Jenazah Taufiq rencananya akan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP), Kalibata, Jakarta Selatan. Almarhum berpesan agar dimakamkan di sebelah makam kedua orangtuanya. Sebelum dimakamkan di TMP, jenazah lebih dulu akan disemayamkan di Bandara Halim Perdanakusuma.

[mtf]


JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya







Komentar Anda


Be Smart, Read More
Back to the top

Today #mTAG iREPORTER

LATEST UPDATE
  • Dua jamaah calon haji Embarkasi Solo meninggal di Tanah Suci
  • Seknas Jokowi akan rayakan kemenangan di Bogor
  • Saat terbakar gudang di Kementerian ESDM dalam keadaan terkunci
  • Jokowi sinergikan 3 pilar PDIP untuk dukung program kerjanya
  • Cari uang tambahan, OB di Jagakarsa edarkan ganja
  • Ratusan Satgas rebutan susu gratis di Rakernas PDIP Semarang
  • Pria Rusia gantung diri dalam tayangan langsung di Internet
  • Demi Sienna, KPAI akan pantau Marshanda-Ben
  • Tak ada arsip penting di Gudang Kementerian ESDM yang terbakar
  • 3 Alasan utama kenapa gairah seks wanita hamil menurun
  • SHOW MORE