Susah payah dibuka, isi brangkas Fuad Amin cuma 5 cincin akik
Merdeka.com - Akhirnya setelah bersusah payah, sejak pukul 15.00 WIB, brangkas di rumah KH Fuad Amin Imron di Jalan Kupang Jaya Nomor 2-4, Surabaya, Jawa Timur, berhasil dibongkar paksa tukang las dan tukang kunci yang dipanggil Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Brangkas berukuran 120x80 cm itu, ternyata berisi lima cincin batu akik.
Menurut Rokim, tukang kunci yang dipanggil KPK, brankas itu berhasil dibuka sekitar pukul 23.00 WIB. "Ndak, ndak ada apa-apa. Isinya cuma cincin. Ada lima buah. Nggak ada uangnya," kata Rokim saat keluar dari rumah Ketua DPRD Bangkalan, Madura itu, Jumat dini hari (5/12).
Sementara si tukang las, yang keluar sesaat setelah Rokim dan keluar di pintu pagar berbeda, mengaku cincin yang ada di dalam brangkas itu terdapat batu akiknya. "Semuanya ada matanya. Ada batu akiknya," kata dia singkat sambil terus berlalu.
Sementara itu, meski si tukang kunci dan las sudah pergi meninggalkan rumah Ra Fuad, sapaan akrab Fuad Amin Imron sekitar pukul 00.15 WIB, tim KPK dan beberapa anggota Polrestabes Surabaya belum terlihat keluar rumah.
Sekitar pukul 00.50 WIB, mereka (KPK) terlihat keluar meninggalkan rumah Ra Fuad, dengan membawa satu koper dan dua kardus besar.
Seperti diberitakan sebelumnya, Kamis (4/12) sekitar pukul 09.00 WIB, beberapa orang mengenakan rompi KPK yang dikawal anggota kepolisian, mendatangai rumah milik Ra Fuad di Jalan Kupang Jaya, Surabaya.
Selain menemukan beberapa BPKB mobil, tim KPK juga mendapati brangkas di salah satu ruang di rumah berlantai dua tersebut.
Penggeledahan KPK di rumah Ra Fuad ini, berkaitan dengan penangkapan mantan Bupati Bangkalan dua periode, sejak 2003 hingga 2013 itu, pada Selasa dini hari (2/12) lalu.
Ra Fuad tertangkap tangan menerima suap suplai gas dan pembayaran ke Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) oleh KPK, dengan barang bukti uang ratusan juta rupiah.
(mdk/tyo)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya