Ridwan Kamil Pamer Hasil Kerja Bangun Jabar di Momen HUT RI, Ini Sederet Capaiannya
Merdeka.com - Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengklaim capaian kinerjanya membuahkan hasil positif selama menjabat. Di sisi lain, dia berharap momentum Peringatan HUT ke-77 RI Provinsi Jawa Barat jadi transisi di masa pandemi menjadi endemi Covid-19.
Menurut dia, peringatan Hari Jadi ke-77 ini menunjukan Provinsi Jawa Barat mampu bangkit dari pandemi COVID-19 setelah tiga tahun berjuang untuk pulih dari situasi kedaruratan di sektor ekonomi dan kesehatan.
"Peringatan hari jadi yang kita rayakan merupakan hari yang bersejarah setelah tiga tahun berturut-turut Provinsi Jawa Barat berjuang bangkit dan mampu pulih dari situasi kedaruratan pandemi yang dihadapi oleh Indonesia, maupun dunia," kata Ridwan Kamil melalui siaran pers yang diterima, Jumat (19/8).
Dia menyampaikan capaian yang telah diraih Provinsi Jawa Barat mulai dari pengentasan kemiskinan, hingga penurunan tingkat pengangguran. Capaian tersebut meliputi Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Jawa Barat yang mencapai 72,45 poin meningkat 0,35 dibanding tahun 2021, penurunan persentase penduduk miskin 7,79 persen, menurun 0,46 persen dari 2021.
Selain itu laju pertumbuhan penduduk sebesar 1,41 poin, meningkat 0,3 poin dari tahun sebelumnya. Tingkat pengangguran terbuka sebesar 9,82 poin menurun 0,64 poin dari 2021, dan laju pertumbuhan ekonomi sebesar 3,74 poin meningkat 0,5 poin dari tahun 2021.
Capaian ini dipicu oleh meningkatnya investasi, serta pertumbuhan ekspor yang terus meningkat. "Jawa Barat berturut-turut menjadi tempat investasi terbaik di Indonesia. Tercatat realisasi investasi dari tahun 2021 senilai Rp 136,13 triliun, dengan menyerap 135.638 tenaga kerja," ungkapnya.
Dia juga menjelaskan, Jabar menjadi Provinsi pengekspor terbesar, yakni senilai 15,71 miliar dolar AS atau 13,67 persen secara nasional. Di triwulan kedua ini, nilai ekspor Jabar sudah mencapai 19,23 miliar dolar AS, juara satu tingkat nasional.
Sektor pedesaan dimaksimalkan dengan memanfaatkan teknologi digital melalui Program Desa Digital untuk membantu mengembangkan potensi desa-desa di Jabar.
"Jabar memiliki Program Desa Digital membantu memaksimalkan desa-desa dalam penguasaan digital, sehingga masyarakat desa dapat memanfaatkan teknologi digital secara inklusif," ucapnya.
Peningkatan ini terlihat dari progesivitas kinerja Pemda Provinsi Jabar dari tahun ke tahun tercatat pada 2018 masih ada 1000-an desa tertinggall. Namun di tahun 2022 ini sudah tidak ada lagi desa tertinggal.
"Indeks Desa Membangun juga tumbuh sebesar 0,72 poin meningkat 0,3 poin dari tahun sebelumnya, dan pertumbuhan Desa Mandiri atau desa bintang lima dari 30-an tercatat menjadi 1.100 Desa Mandiri," tambahnya.
Sementara itu, untuk laju pertumbuhan infrastruktur, paparnya, Jabar bersama Pemerintah Pusat sedang membangun sembilan jalan tol, dan yang terpanjang, yaitu Tol Gedebage - Tasikmalaya - Cilacap.
Tak hanya jalan tol, Jabar pun akan memiliki bendungan untuk mengurangi potensi banjir di kawasan Jabodetabek.
"Selain pembangunan jalan tol, kami (Pemda Provinsi Jabar) sedang membangun dua bendungan, yaitu Bendungan Ciawi dan Sukamahi untuk memenuhi kebutuhan irigasi, juga mengurangi potensi banjir di Jabodetabek," ujar Ridwan Kamil.
(mdk/ray)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya