Rektor Universitas Paramadina Prof Firmanzah meninggal dunia pada Sabtu (6/2). Salah satu dosen Universitas Paramadina Hendri Satrio memastikan jika rektornya itu meninggal bukan karena Covid-19.
"Iya betul (Prof Firmanzah meninggal). Katanya vertigo, angin duduk. Tapi saya enggak tahu meninggalnya karena apa, insya Allah bukan Covid," kata Hendri saat dihubungi merdeka.com, Sabtu (6/2).
Dia menjelaskan, Firmanzah meninggal saat hendak menuju ke rumah sakit. Sehingga, almarhum belum sempat mendapatkan penanganan medis bahkan dirawat di rumah sakit.
"Iya (karena penyakit bawaan), yang pasti bukan Covid. Enggak dirawat, itu meninggal di perjalanan pas bawa ke rumah sakit," jelasnya.
Hendri menuturkan, semasa hidupnya, Firmanzah pernah mengeluh sakit lambung kepada dirinya. Namun, ia belum bisa memastikan meninggalnya itu karena penyakit lambungnya itu atau bukan.
"(Sempat ngeluh sakit sama keluarga) Aduh saya enggak tahu, tapi memang selama saya bareng dia itu yang paling sering dikeluhkan itu lambung ya, tapi enggak tahu meninggalnya kenapa. Dia sering cerita sama saya (lambung)," ungkapnya.
Rencananya, jenazah Firmanzah akan dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) di Tanah Kusir, Jakarta Selatan siang ini.
"Baru selesai dikafankan di rumah duka," pungkasnya.