Polda Jatim ungkap pembunuhan di kebun tebu Jombang

Reporter : Moch. Andriansyah | Selasa, 22 Mei 2012 18:29




Polda Jatim ungkap pembunuhan di kebun tebu Jombang
pembunuh di Jombang. merdeka.com/Moch Andriansyah

Merdeka.com - Misteri pembunuhan di perkebunan tebu di dusun Balong Rejo, Desa Pundong, Diwek, Jombang yang terjadi sebulan lalu, berhasil diungkap anggota Resmob Direskrimum Polda Jawa Timur. Tiga dari enam tersangka, berhasil dibekuk anggota Resmob yang dikomandani.

Mereka adalah Enjun Juhari (19) asal Jalan MKJ III, Bintoro, Jakarta Selatan, Febriyanto Wibowo (20) warga Semampir, Sedati, Sidoarjo, Jawa Timur dan M Farid Wijaya (27) warga Manyar Sabrangan IX, Surabaya, Jawa Timur.

"Ketiganya kini sudah kami jebloskan tahanan. Untuk tiga tersangka lain, kini sudah kami tetapkan sebagai buron," terang Kabid Humas Polda Jawa Timur, Kombes Pol Hilman Thayib didampingi Kasubdit Resmob AKBP Heru Purnomo.

Tiga orang yang masuk daftar pencarian orang (DPO) itu di antaranya Anton, Madiyanto alias Madek, warga Desa Dharmorejo, Dsn Jabon, Caruban, Jawa Timur dan Wahid, yang belum diketahui identitas lengkapnya.

Selain mengamankan tersangka, polisi juga menyita barang bukti berupa satu unit mobil Xenia warna hitam W 932 PM milik korban, sebilah pisau yang diduga dipergunakan untuk alat kejahatan, sepotong baju lengan pendek warna coklat, sepotong kaos singlet (kaos dalam) warna putih, celana jeans biru, kaos lengan pendek warna putih dan ikat pinggang warna hitam.

Diceritakan Hilman, pengungkapan kasus pembunuhan yang terjadi pada 11 April lalu itu, bermula dari penemuan mayat laki- laki 49 tahun, di wilayah Polsek Diwek, Polres Jombang.

Korban tersebut diketahui bernama Moh Nur, seorang sopir antar jemput yang tinggal di Ds Pabean, Sedati, Sidoarjo.

Di bagian tenggorokan korban, terdapat luka bekas benda tajam. Kemudian jenazah korban dikirim ke RS Bhayangkara, Pusdik Gasun, Porong untuk dilakukan autopsi guna mendapatkan visum.

"Berawal dari itulah, maka anggota Resmob Direskrimum Polda Jatim melakukan penyelidikan dan berhasil menemukan mobil milik korban yang dijual para tersangka ke Saman alias Saiman," lanjut Hilman.

Karena mobil dalam keadaan bau dan ada bercak merah menyerupai darah, Saman kemudian mengembalikan mobil yang dibeli seharga Rp 6 juta itu ke penjualnya (enam tersangka).

Saiman yang diamankan untuk dimintai keterangan ini, sahut Heru, mengaku mobil tersebut diantar oleh enam orang, yang salah satunya bernama Moch Farid Wijaya. "Saat itu juga polisi mengamankan yang bersangkutan untuk diinterogasi."

Dari Farid inilah, lanjut Heru, polisi mengembangkan kasus tersebut. "Hasilnya memperoleh identitas keenam pelaku tadi,"

Sedangkan yang mengeksekusi, terang Heru, adalah tersangka Anton dan Madiyanto dengan cara menggunakan pisau. Korban dibantai di dalam mobil saat perjalanan ke Jombang.

Usai korban dihabisi, mobil korban itu dijual kepada Saiman. "Sebelum peristiwa itu terjadi, komplotan Enjun cs ini, sudah merencanakan aksi pembunuhan tersebut," sahut Hilman lagi.

Selanjutnya, para pelaku dijerat pasal berlapis, yaitu Pasal 365 KUHP tentang pencurian dan kekerasan, dan atau 340 KUHP tentang pembunuhan berencana dan atau 55 jo 56 KUHP dan atau pasal 480 KUHP tentang persekongkolan jahat.

[hhw]
Kunjungi portal hao123 untuk akses internet aman dan nyaman

KUMPULAN BERITA
# Pembunuhan Sadis

JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya






Komentar Anda


Be Smart, Read More
Back to the top

Today #mTAG
LATEST UPDATE
  • Tabrakan beruntun di Puncak, truk TNI AL masuk parit
  • Kemendagri gandeng KPK kawal proses seleksi di IPDN
  • Ngelawang barong, tradisi cari sumbangan usai Galungan di Bali
  • Sidak narkoba, polisi dibantu anjing pelacak sisir kampus Unas
  • Komplotan curanmor, tukar hasil curian dengan sabu-sabu
  • Jangan salah, pria lebih doyan online shopping ketimbang wanita!
  • JK: Jangan tuding semua orang berekening gendut itu penjahat
  • Kecelakaan di lokasi syuting, kru film Jackie Chan meninggal
  • Ke Kupang, Ahok diajak Presiden Jokowi naik pesawat kepresidenan
  • Jika masih bolak-balik keluar LP, PB Mochtar ditinjau ulang
  • SHOW MORE