Perjuangan Ibu Besarkan Anak Derita Hydrocephalus di Surabaya
Merdeka.com - Dina Oktavia (21) harus mengurus anaknya, Muhammad Pandhu Firmansyah sendirian. Sejak Pandhu lahir, sang suami belum juga menjenguknya. Kondisi Pandhu memang tak seperti anak pada umumnya.
Menurut dokter, Pandhu mengalami Facial Cleft Tessier Hydrocephalus Myelomeningocele, atau Hydrocephalus. Meski begitu, Dina tetap tegar menjalani hari bersama Pandhu.
Dugaan Penyebab Kelainan Sang Anak
Dina Oktavia (21) mengaku saat masih mengandung Pandhu, kakinya pernah digigit tikus hingga berdarah. Kejadian ini diduga menjadi penyebab anaknya mengalami kelainan Hydrocephalus.
Menurut informasi dokter, Dina menjelaskan bahwa kelainan anaknya karena virus yang berasal dari hewan. Dokter juga mengatakan secara medis sang anak diketahui tengah menderita penyakit yang disebut Facial Cleft Tessier Hydrocephalus Myelomeningocele.
"Itu katanya karena kena virus yang berasal dari hewan. Dan saat saya hamil, kebetulan saya pernah digigit tikus sampai berdarah di kaki," ujarnya, Rabu (4/12).
Akibat penyakit tersebut sang anak mengalami ketidaksempurnaan fisik. Terutama pada bagian wajah.
Keinginan untuk Bercerai
Mengetahui kondisi sang anak yang kurang sempurna, Dina mengaku suaminya dan mertuanya tidak pernah menjenguk lagi. Hal ini yang membuat Dina semakin yakin untuk menggugat cerai suaminya.
"Saya sedih melihat anak saya. Tapi saya menerimanya dengan apa adanya. Beda dengan suami, yang justru tidak mau menerima kondisinya. Saat tahu kondisi Pandhu, dia (suami) malah pergi jalan-jalan sama teman-temannya," katanya.
Sang suami sempat mempersilakan Dina mengurus gugatan perceraian. Namun, dengan syarat semuanya ditanggung sendiri oleh Dina selaku penggugat.
"Dia bilang suruh nanggung sendiri biaya perceraian. Padahal dia tahu saya tidak bekerja dan orangtua saya orang tidak mampu," tambahnya.
Mengurus dan Membesarkan Sang Anak
Selama ini, Dina telah menerima dengan lapang dada kondisi fisik sang anak, Muhammad Pandhu Firmansyah. Dia bertekad membesarkan sang buah hatinya itu dengan segala kemampuan yang dimilikinya.
Saat ini, dia masih fokus pada kesehatan sang anak. Dia cukup bersyukur mendapatkan bantuan dan dukungan dari banyak pihak.
"Saat ini cairan di kepala sudah dikurang. Saya hanya berharap pada kesembuhan Pandhu saja," harapnya.
Ke depan, untuk merawat sang buah hati, dia berencana membuka usaha kecil-kecilan demi menopang hidup. Sebab, selama ini dirinya tidak bekerja demi merawat sang buah hati.
"Tapi dulu saya pernah membuat minuman kemasan yang saya jual secara online. Sekarang ini masih berhenti, karena fokus pada Pandhu. Mudah-mudahan nanti kalau semuanya sudah selesai, saya akan usaha kecil-kecilan lagi," ungkapnya.
(mdk/dan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya