Pembunuh anak kandung pernah ditahan kasus penggelapan

Reporter : Imam Mubarok | Jumat, 15 Februari 2013 00:03

Pembunuh anak kandung pernah ditahan kasus penggelapan
Rumah Eko Budianto di Ponorogo. ©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - Kasus pembunuhan segitiga yang terjadi di Dusun Taman Asri, Desa Karanggebang, Kecamatan Jetis Ponorogo Jawa Timur merupakan dampak dari kehancuran rumah tangga Eko Budianto (50). Dua orang meninggal yakni Suprihatin (22) yang tewas mengenaskan pada (28/1) akibat dibunuh Krisnanda Mega Pratama (26) sang pacar, yang kemudian juga tewas pada (6/2) di tangan Eko Budianto (50) ayah kandungnya.

"Terpilih dua kali sebagai kepala desa. Namun di jabatan kedua dia tidak bisa meneruskan jabatannya karena kasus penggelapan dan harus menjalani hukuman," kata Wakapolres Ponorogo, Kompol Trisaksono pada merdeka.com (14/2).

Kasus penggelapan yang dilakukan Eko Budianto akhirnya mengorbankan jabatannya yang seharusnya ia emban mulai tahun 2007-2013 ini. Menurut keterangan Irfan salah seorang warga setempat, kasus penggelapan itu merupakan dampak kebiasaan Eko yang suka berjudi dan minum-minuman keras.

"Dia orangnya temperamental, suka berjudi dan mabuk-mabukan, dan penahanan dia dalam kasus penggelapan itulah yang mungkin juga mempengaruhi kondisi Krisnanda Mega Pratama pelaku pembunuhan Suprihatin dan juga korban pembunuhan dari ayah kandungnya menjadi seperti itu," kata Irfan pada sejumlah wartawan.

Amru Nasruddin (26) teman Mega yang juga menjadi salah satu aktor yang membantu pembunuhan yang dilakukan Eko Budianto terhadap Mega ternyata juga memiliki catatan gelap. Hal ini juga disampaikan Wakapolresta Ponorogo Kompol Trisaksono pada merdeka.com, Kamis (14/2).

"Si Amru Nasruddin (26) ini juga memiliki catatatan kepolisian yakni pernah melakukan pencurian di Trenggalek dan juga pernah dihukum," terangnya.

Seperti diberitakan sebelumnya kasus pembunuhan yang dilakukan Eko Budianto (50) terhadap anak kandungnya, Krisnanda Mega Pratama (26) warga Dusun Taman Asri, Desa Karanggebang, Kecamatan Jetis Ponorogo Jawa Timur (06/02) lalu menyisakan pekerjaan rumah bagi polisi. Sebab selain terungkapnya kasus tersebut, ada fakta baru yang mengejutkan yakni penemuan mayat Suprihatin (22) si pacar Mega, yang dicor di kamar korban dengan luka tusukan mencapai 21 tusukan.

Dimana diketahui ternyata pelaku pembunuhan Suprihatin ini adalah Krisnanda Mega Pratama yang akhirnya tewas di tangan bapaknya sendiri. Motif pembunuhan yang dilakukan Mega terhadap Suprihatin ini karena faktor ekonomi. Dimana Mega ternyata suka mabuk-mabukan dan memiliki banyak utang kepada teman-temannya.

Bunuh pacar dengan 21 tusukan, Mega dibunuh ayah sendiri
Bekas lurah bunuh anak kandung, tusukkan pisau saat korban pulas

[tts]

Komentar Anda


Suka artikel ini ?
Kunjungi portal hao123 untuk akses internet aman dan nyaman


JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya





Be Smart, Read More
Back to the top
Today #mTAG
LATEST UPDATE
  • Jika tak terpilih ketua lagi, Said Aqil janji akan tetap aktif di NU
  • Jelang Pilkada, Alim Ulama Nusantara ajak Kiai tak terima hadiah
  • Diperiksa 5 jam, Ahok ungkap kebobrokan pengadaan UPS di Pemprov DKI
  • Ahok: Kalau Lulung polisi, saya minta presiden dia jadi Kabareskrim
  • Go-Jek dan Grab Bike jadi bahasan Ahok di Polda Metro Jaya
  • Kemaluan para calon peserta Pilkada juga dicek kesehatannya
  • Ini penjelasan MUI soal BPJS Kesehatan haram
  • Akuisisi Panin Syariah, OJK tunggu kelengkapan dokumen dari DIB
  • Konsentrasi mulai menurun? Segera makan ini!
  • Tim intel TNI tangkap 6 penyadap ilegal 15 ton kondensat
  • SHOW MORE