Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Oknum Lapas Pekanbaru diduga peras duit para napi

Oknum Lapas Pekanbaru diduga peras duit para napi Ilustrasi Narapidana. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Peringatan HUT RI ke-70, Senin (17/8), membawa cerita tersendiri bagi warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas II A Pekanbaru, Riau. Selain bersukacita karena memperoleh remisi (pengurangan masa hukuman), warga binaan juga curhat tentang banyaknya pungutan liar (Pungli).

Salah seorang warga binaan yang takut disebutkan namanya, mengatakan sebagian petugas Lapas diduga sering melakukan pungutan berupa uang, bahkan rutin setiap harinya.

"Setiap malam dimintai uang, Rp 50 ribu untuk setiap kamar tahan. Tiap kamar ini rata-rata berisi sekitar 15 orang, mau tak mau kami iuran," kata narapidana tersebut.

Aksi memungut uang yang diduga dilakukan petugas Lapas juga berlaku bagi keluarga yang hendak berkunjung. Menurut dia, ada lima pos yang harus dilewati pengunjung, jika ingin bertemu warga binaan.

"Ada lima pos, tiap pos diminta iuran Rp 20 ribu. Kalikan aja lima bang, udah berapa itu," ujarnya yang diikuti anggukan napi lain.

Bahkan pungutan uang juga diduga dilakukan oleh penjaga pendamping di Lapas. Seingatnya, ada sekitar lima penjaga pendamping, diantaranya penjaga pendamping kunci, kebersihan, penjaga pendamping kamar dan sebagainya. Mereka juga minta uang, sekitar Rp5 ribu setiap hari.

"Kalau tidak ada uang atau nggak bayar, bisa susah di dalam sini (Lapas). Jadi setiap hari harus sediakan uang sekitar segitulah," jelasnya.

Terkait laporan ini, Kepala Lapas Klas II A Pekanbaru, Dadi Mulyadi menegaskan, setiap hari pihaknya terus melakukan monitoring. "Tidak ada itu (pungutan liar), tiap hari kita diawasi dan juga mengawasi. Jadi itu tidak benar," kata Dadi.

(mdk/gil)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP