Mutilasi 2 balitanya, kejiwaan Brigadir Petrus diperiksa tim khusus
Merdeka.com - Tim Psikiater Polda Kalimantan Barat, diterjunkan ke Polres Melawi untuk memeriksa kejiwaan tersangka pembunuh 2 anak kandungnya, Brigadir Petrus Bakus. Tim bekerja untuk memastikan kesehatan kejiwaannya.
Diduga, Brigadir Petrus menderita penyakit Schizophrenia, yang menyerang saraf otaknya. Sebagaimana diterangkan istri Petrus, Windri, sebelum membunuh dan memutilasi kedua anak balitanya itu, Petrus kerap marah-marah sendiri.
"Bahkan dalam sepekan sebelum kejadian, juga marah-marah sendiri," kata Kabid Humas Polda Kalbar, AKBP Arianto, kepada merdeka.com, Jumat (26/2) malam.
Untuk memastikan kejiwaan Petrus, maka dari itu, tim psikiater Polda Kalbar, diterjunkan ke Melawi, untuk memeriksa kesehatan jiwa Brigadir Petrus.
"Tim Polda Kalbar akan lakukan tes kejiwaan bersangkutan. Saat ini, tim tengah berada di perjalanan," ungkap Arianto.
Diketahui, Brigadir Petrus Bakus, anggota intelkam Polres Melawi, Jumat (26/2) dini hari sekira pukul 00.15 WITA tadi, membunuh 2 balitanya di kamar tidur, di rumahnya, di asrama Polres Melawi, di Gang Darul Falah, desa Paal, kecamatan Nanga Pinoh, Melawi, Kalbar. Tidak hanya membunuh, Petrus juga memutilasi 2 anaknya yang tidak berdosa itu.
Petrus ditetapkan sebagai tersangka dengan jeratan pasal berlapis. Guna pertanggungjawaban, dia kini ditahan di Mapolres Melawi. Kapolda Kalbar Brigjen Pol Arief Sulistyanto pun berada di Melawi, untuk memonitor langsung penanganan kasus memilukan itu.
(mdk/ren)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya