Mereka yang tetap mesum di bulan Ramadan
Merdeka.com - Bulan Ramadan eloknya diisi dengan ibadah dan memperdalam ilmu agama. Namun rupanya tidak semua orang seperti itu. Maksiat tetap subur selama Ramadan.
Polisi, Satuan Polisi Pamong Praja dan TNI makin giat menggelar razia selama Ramadan di seluruh Indonesia. Operasi yang bertujuan memberantas penyakit masyarakat (Pekat) ini, berhasil menemukan sejumlah tindak asusila.
Rata-rata pelaku digerebek sedang mesum di hotel. Ada juga yang coba mesum di dalam mobil yang diparkir di tempat sepi dan di panti pijat.
Pelaku yang tertangkap pun digiring ke kantor polisi untuk diperiksa. Anehnya mereka tak juga jera mesum di Bulan Ramadan.
Berikut kisah orang-orang yang digerebek saat mesum di bulan suci.
Mesum di hotel melati
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comSatpol PP menggelar razia di kawasan Tangerang, Sabtu (13/7) malam. Hasilnya, petugas menjaring 12 pasangan yang sedang asyik mesum dari empat hotel melati di wilayah Pasar Baru dan Neglasari."Dari razia rutin ini, kita amankan 12 pasangan. Karena mereka tidak bisa menunjukkan bukti surat nikah, mereka diamankan," kata Kepala Satpol PP Kota Tangerang Irman Pujahendra di Tangerang, Minggu (14/7).Menurut Irman, meski bulan puasa, razia ini bertujuan untuk menegakkan Perda nomor 8/2005 tentang larangan pelacuran. "Selain untuk meminimalisir prostitusi, juga supaya tidak mengganggu kenyamanan muslim dalam menjalankan ibadah puasa," ujar Irman.Irman mengatakan, untuk sementara identitas seperti KTP pasangan tersebut ditahan terlebih dahulu agar mengisi lembar perjanjian untuk tidak mengulangi perbuatannya lagi.
ABG malah jual diri
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comKepolisian Resor (Polres) Gorontalo Kota menangkap dua orang anak di bawah umur, karena diduga terlibat prostitusi di sebuah hotel. Mereka tertangkap dalam operasi cipta kondisi ramadhan Tahun 2013, Minggu (21/7) dini hari.Kepala Bagian Operasi Polres Gorontalo Kota, AKP Ahmad Yusuf Afandi mengatakan dalam operasi yang digelar kali ini, pihaknya melakukan pemeriksaan di sejumlah hotel."Kita juga mengamankan 19 kendaraan roda dua yang terindikasi terlibat balap liar, dan lima pasangan tanpa ikatan nikah yang sedang berduaan di kamar hotel," kata Yusuf. Demikian dikutip dari antara.Khusus untuk dua orang anak di bawah umur yang diduga terlibat prostitusi itu, kata Yusuf, diperiksa Satuan Reserse dan Kriminal (Reskrim) Polres Gorontalo Kota. Menurut Yusuf, jika kedua orang anak tersebut terbukti terlibat prostitusi, maka dipastikan mereka akan terjerat undang-undang perlindungan anak.
Tetap selingkuh walau di bulan puasa
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comJajaran Polsek Jebus, Kabupaten Bangka Barat, Kepulauan Bangka Belitung menggelar operasi Pekat Ramadan. Hasilnya, petugas menciduk tiga pasangan bukan suami istri sedang cek-in hotel. Diduga, ketiganya sedang selingkuh."Tiga pasangan itu kedapatan menginap dalam kamar berbeda di penginapan Asia, Parittiga, pada saat kami melaksanakan kegiatan Operasi Pekat 2013, pada Selasa (16/7) sekitar pukul 22.30 WIB," kata Kapolres Bangka Barat AKBP Djoko Purnomo melalui Kapolsek Jebus Kompol Ridwan M Rajadewa di Jebus, Rabu (17/7). Kegiatan yang dipimpin langsung Kapolsek Jebusan itu, pertama menyisir sejumlah tempat karaoke yaitu di Kecamatan Parittiga dan Jebus."Saat kami datangi, ternyata tutup. Dan kegiatan kami lanjutkan ke penginapan Asia, dengan melaksanakan pemeriksaan terhadap tamu yang menginap," kata dia.
Keluyuran pakai pakaian minim
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comPolresta Banjarmasin menangkap tiga orang wanita yang diduga menjadi pekerja seks komersial saat melaksanakan Operasi Sikat Intan 2013. Gadis-gadis itu berpakaian seksi dan tak punya kartu tanda penduduk (KTP).Petugas melakukan operasi pada Sabtu (20/7) sekitar pukul 23.00 wita. Mereka memergoki PSK itu saat melintas di Jembatan Talawang Banjarmasin. Ketiganya berada dalam mobil yang memutar suara musik keras-keras. Polisi segera memeriksa tiga wanita itu dan sopirnya. Demikian dikutip dari antara.Setelah melakukan pemeriksaan, ternyata ketiga wanita tersebut tidak memiliki KTP dan dua di antaranya berpakaian tak pantas di bulan suci Ramadhan.Karena tidak memiliki KTP, sehingga sopir dan mobil jenis pikap beserta tiga wanitanya langsung dibawa ke Satuan Sabhara Polresta Banjarmasin untuk dilakukan pendataan dan pembinaan.
Pijat plus di bulan Ramadan
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comTim penertiban tempat hiburan malam Kota Medan memberi peringatan keras kepada pengusaha pijat tradisional dan luluran. Peringatan keras itu dilayangkan karena tempat usahanya tetap beroperasi di bulan Ramadan.Pengusaha dinilai telah melanggar Surat Keputusan Wali Kota Medan Nomor 16 Tahun 2013 tanggal 3 April 2003 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Peraturan Daerah Kota Medan Nomor 37 Tahun 2002 terkait penutupan usaha selama bulan suci Ramadan. Karena itu, si pengusaha diperintahkan menutup usahanya selama Ramadan."Pemilik (lokasi pijat dan sauna tradisional) sudah membuat pernyataan untuk menutup usahanya selama Ramadan. Jika kedapatan buka kembali, tempat ini akan ditutup," kata Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Medan Parlindungan Harahap, Kamis (11/7).Dari lokasi pijat, tim sempat mengamankan 6 wanita muda pada Kamis (11/7) dini hari. Seorang di antaranya tidak dapat menunjukkan KTP. Selain keenam wanita muda itu, tim juga mengamankan seorang pria yang diduga sebagai tamu lokasi pijat dan sauna tradisional itu.
Baca juga:Bukannya sibuk ibadah, 4 pemuda ini malah teler di malam Ramadan3 Pasangan selingkuh ini nekat check in di hotel saat RamadanPakai baju seksi dan keluyuran, tiga cewek disangka PSKBeroperasi saat Ramadan, 6 gadis pemijat dan pasiennya diamankanOperasi pekat, Polda Riau amankan PSK dan 200 keping VCD porno
(mdk/ian)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya