Melongok makam impian Bung Karno yang tak pernah terwujud

Reporter : Ilham Kusmayadi | Jumat, 21 Juni 2013 09:27




Melongok makam impian Bung Karno yang tak pernah terwujud
istana batu tulis. ©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - Bangunan itu memang tampak misterius. Rumah dikelilingi tembok bercat putih setinggi 1,5 meter, dengan pagar besi renggang-renggang. Dari luar, rumah ditutupi rindang daun bunga dan rupa-rupa tumbuhan lain, termasuk aneka pepohonan. Itulah rumah peristirahatan Presiden Soekarno , Istana Batu Tulis.

Lokasi Istana Batu Tulis memang strategis, mudah dijangkau dari pusat Kota Bogor, Jawa Barat. Istana ini berjarak sekitar 2 kilometer dari Istana Bogor. Nama lain istana tempat peristirahatan Presiden Soekarno ini adalah Hing Puri Bima Sakti, terletak di Jalan Batu Tulis, Kelurahan Batu Tulis, Bogor Selatan.

Konon, Soekarno sang proklamator, sebelum meninggal menghendaki Istana Batu Tulis dijadikan makam ketika dia mangkat. Namun entah apa alasan pemerintahan Presiden Soeharto mengeluarkan Keppres RI Nomor 44 Tahun 1970 yang memilih Kota Blitar, Jawa Timur, sebagai tempat pemakaman Bung Karno .

Orang Bogor, terutama yang tinggal di sekitar Istana Batu Tulis, hanya tahu dulu bangunan itu sempat dijadikan sebagai rumah peristirahatan Bung Karno , seperti istana lain di Indonesia. Misalnya Istana Bogor, Istana Cipanas, Cianjur maupun Istana Merdeka Jakarta.

"Seumur hidup saya, sebagai warga asli Bogor yang tinggal di sekitar Istana Batu Tuli, saya baru pertama kali masuk ke dalam, itupun hanya melihat-lihat di halaman yang masih jauh dengan bangunan-bangunan," kata Mang Eman, 56, warga Kelurahan Batu Tulis, yang berjualan pisang ditepi pagar Istana Batu Tulis, Kamis (20/6) pagi.

Istana Batu Tulis kini sudah menjadi milik keluarga Soekarno . Menurut Eman, sudah tidak ada lagi saksi mata dari warga kampung yang bisa menceritakan detail ihwal aktivitas Soekarno di istana itu. Hanya orang-orang tua yang bisa bercerita, tapi semuanya sudah meninggal.

Dia sendiri penasaran dengan istana itu. Suatu hari Eman pernah hendak menyelinap masuk ke rumah. Namun apes, belum sampai masuk, dia sudah ditegur penjaga istana.

Sulaeman, 61, warga lain menyesalkan sikap tertutup penjaga keamanan istana. Padahal sebenarnya warga ingin sekali mengetahui area bangunan yang mungkin menjadi petilasan Bung Karno . "Saya saja asli sini lebih sering mengunjungi makam Bung Karno di Blitar. Sudah hampir 16 kali saya ke Blitar. Tapi kalau ke Istana Batu Tulis cuma sekali, itupun tidak ke dalam," katanya.

Ketatnya penjagaan di area Batu Tulis ditunjukan petugas keamanan saat merdeka.com meminta izin mengetahui suasana di dalam. "Harus ada izin dulu dari Bu Mega," kata salah satu penjaga istana.

Istana Batu Tulis ini letaknya persis berseberangan dengan lokasi situs Batu Tulis yang sempat heboh karena Menteri Agama era Presiden Andurrahman Wahid alias Gus Dur, pernah secara diam-diam menggali tanah di area prasasti itu untuk mencari harta karun terpendam.

Sulaeman melanjutkan, banyak cerita aneh dituturkan orang-orang tua zaman dulu soal kondisi istana. Konon, di dalam istana terdapat hutan kecil atau perkebunan yang dipenuhi pepohonan buah-buahan, mulai dari buah kemang, pala, gandaria, kecapi dan pepohonan lainnya sejenis pohon sengon.

Didalam area Istana Batu Tulis juga terdapat kolam ikan seluas 10 x 5 meter. Di tepi kolam itu terdapat patung wanita tanpa busana. Tak jauh dari kolam juga terdapat patung dua rusa tutul. "Di dalam kolam itu, kata orang tua saya sempat ada ular besar, bahkan pada malam hari sering terdengar suara binatang seperti buaya bermain air," katanya.

Tak hanya itu, tak sedikit warga sekitar Batu Tulis mempercayai Bung Karno masih hidup. "Kejadiannya sekitar 7 tahun lalu, aspal di depan pintu masuk utama istana amblas berbentuk telapak kaki, saya dan warga sekitar kaget dan menilai ini adalah kaki Bung Karno , tapi percaya nggak percaya kang," kata mang Eman.

Ia juga mempertanyakan ketatnya penjagaan dan tertutupnya pagar Istana. Ada kesan istana menyimpan misteri barang berharga atau harta karun. "Kata orang tua dulu, harta karun atau barang berharga yang ada di dalam Istana Batu Tulis bisa membeli Kota Bogor," terangnya.

Maka dari itu, menurut dia wajar bila istana ditutup. Sebab di sana diduga banyak barang berharga milik Bung Karno yang jumlahnya tak ternilai.

Sementara itu, juru kunci Prasasti Batu Tulis Ibu Maemunah, 75, mengaku tidak mengetahui persis sejarah istana yang tak jauh dari kediamannya itu. "Wah saya kurang tahu, yang tahu mungkin orang-orang tua dulu," ujarnya saat ditemui di situs dan prasasti Batu Tulis.

Sementara itu berdasarkan literatur sejarah Bogor, asal muasal pembangunan istana ini ternyata lebih dekat kaitannya dengan meletusnya Gunung Salak. Letusan itu mendorong Belanda mengirim Van Riebeeck peneliti gunung atau vulkanologi untuk melakukan penelitian dampak letusan.

Gunung Salak meletus malam hari tanggal 4-5 Januari 1699. Gunung itu meletus diiringi gempa bumi dahsyat. Sebuah catatan tahun 1702 menggambarkan dataran tinggi antara Batavia dengan Cisadane di belakang bekas keraton raja-raja yang disebut Pakuan, berubah menjadi lapangan luas dan terbuka tanpa pepohonan sama sekali.

Sedemikian dahsyatnya letusan Gunung Salak, sehingga aliran Ciliwung dekat muaranya tersumbat sepanjang beberapa ratus meter akibat tertutup lumpur letusan Gunung. Tidak ada berita mengenai nasib penduduk sepanjang aliran Ciliwung waktu itu.

Namun demikian, pada 1701 penduduk Kampung Baru diceritakan masih dapat mengantar Ram & Coops ahli vulkanologi Belanda itu. Ini berarti letusan Gunung Salak tidak sampai memusnahkan penduduk Bogor. Sayang Abraham van Riebeeck tidak membuat catatan apa-apa mengenai akibat letusan itu.

Tetapi, untuk menunjukkan bahwa kehidupan penduduk masih ada di Bogor, Van Riebeeck mendirikan Istana Batu Tulis. Pendirian itu sekaligus sebagai tanda bahwa Gunung Salak tidak menakutkan lagi. Istana yang dibangun tahun 1704 oleh Van Riebeeck selanjutnya menjadi pondok peristirahatan Soekarno , Istana Batu Tulis.

Baca juga:
Menengok Wisma Yasoo, tempat Soeharto menahan Soekarno
Tangisan istri-istri Soekarno melepas kepergian sang arjuna
De-Soekarnoisasi, Soeharto 'bunuh' Bung Karno di hati rakyat
Soeharto tolak wasiat terakhir Bung Karno soal makam

[mtf]
Kunjungi portal hao123 untuk akses internet aman dan nyaman

KUMPULAN BERITA
# Bung Karno

JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya







Komentar Anda


Be Smart, Read More
Back to the top

Today #mTAG
LATEST UPDATE
  • Jokowi sudah anggarkan Rp 781 M beli Lapindo tahun 2015
  • Djarot tak nongol seharian di Balai Kota, ini komentar Ahok
  • Bius singa buat foto-foto, kebun binatang Argentina dikecam
  • KPK akhirnya tahan eks Sekjen ESDM
  • Puting beliung terjang Bandung Timur, pohon bertumbangan
  • Politikus PDIP bela Rini Soemarno soal penjualan aset BUMN
  • 2 Napi di Bangli berhasil kabur setelah curi motor di sekolah
  • Tolak digusur, pedagang Pasar Koblen hujani polisi dengan batu
  • Ranking FIFA: Indonesia turun dua peringkat
  • Ranking FIFA: Jerman tutup tahun 2014 di posisi puncak
  • SHOW MORE