Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kisah seorang pesulap jalanan temukan dompet kepala desa cantik

Kisah seorang pesulap jalanan temukan dompet kepala desa cantik Pesulap jalanan. ©2018 Liputan6.com

Merdeka.com - Seorang pesulap jalanan bernama Suharno baru-baru ini mendadak viral lantaran kisahnya menuai pujian dari berbagai pihak. Pasalnya, pri asal Ajibarang, Banyumas ini memiliki kisah haru saat menemukan dan mengembalikan sebuah dompet miliki seorang kepala desa.

Jumat, 27 April 2018, pagi buta, seperti biasa, Suharno mulai berkeliling mencari order sulap. Ia berangkat dari Banyumas menuju ke Purworejo. Saat melintas di Jalan Pejagoan, Kebumen, matanya terantuk pada dompet berwarna hitam.

Maka, ia pungut dompet yang ternyata berisi setumpuk uang. Bukannya ingin memiliki dompet itu, tetapi ia justru kasihan kepada pemilik dompet yang pasti kelimpungan.

Padahal, jika berniat jahat, Suharno bisa saja mengambil isi dompet itu untuk kepentingannya sendiri. Yang membuat miris, jika dibandingkan dengan penghasilan hariannya, nilai uang dalam dompet itu berpuluh kali lipat.

Namun, ia tak secuil pun berniat memiliki dompet itu. Oleh karena itu, pada keesokan harinya, Sabtu, 28 April 2018, ia melaporkan penemuan itu ke Polres Kebumen. Ia tak datang sendirian, seorang pesulap jalanan keliling lain asal Kebumen, Jhon Silombo, menemaninya.

"Saya butuh uang. Namun, itu bukan hak saya. Jadi tukang sulap penghasilan tidak seberapa, namun Alhamdulillah bisa nyukupin keluarga," ucap Suharno, dikutip dari keterangan tertulis Polres Kebumen, Sabtu, 28 April 2018.

Memperoleh laporan ini, polisi pun segera menghubungi pemilik dompet yang ditemukan oleh pesulap jalanan. Dia adalah Puji Lestari (35), yang ternyata adalah Kepala Desa Karangjambu, Sruweng, Kebumen.

Di depan penemu dompet dan pemiliknya, polisi mengecek satu per satu isi dompet. Itu termasuk uang senilai Rp 1.853.200.

Dompet itu ternyata juga berisi dokumen-dokumen berharga seperti KTP, STNK, Kartu BPJS lima lembar milik keluarga pemilik, serta kartu ATM BNI dan BRI. Semuanya utuh.

Saat itu, ibu kades pun hendak memberi uang sebagai tanda terima kasih. Secara mengejutkan, Suharno menolak.

"Insya Allah nanti ada gantinya. Saya ikhlas," dia menuturkan.

Kisah inspiratif ini lantas menjadi bahan pembicaraan kepolisian Polres Kebumen, begitu pun Kapolres Kebumen, AKBP Arief Bahtiar.

Kisah haru orang jujur adalah bukti bahwa bangsa ini tak pernah kehabisan orang-orang baik. Orang-orang yang hatinya tak dipenuhi dengki dan hasrat memiliki yang bukan haknya.

Hal ini mengingatkan kita tentang Indah Rahayuning Tyas yang menghabiskan waktu senggangnya untuk mendongeng. Boneka Lulu, menjadi partnernya bercerita di hadapan para audien. Dia rajin mengunjungi panti asuhan dan sekolah-sekolah untuk mendongeng. Cerita-cerita Tyas pun cukup sederhana yang mudah dipahami oleh anak-anak. Sehingga nilai-nilai positif pun dapat disisipkan di dalamnya.

Sumber: Liputan6.com

(mdk/ega)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP