Ketika maut mengintai para pekerja kecil
Merdeka.com - Nasib nahas menimpa tiga orang karyawan pabrik tahu di Jalan Gardu RT 11 RW 02, Kampung Bambon, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Ketiganya mengalami kecelakaan saat tengah bekerja di pabrik tahu milik seseorang bernama Iwan itu.
Saat itu, mesin pemanas (blower) untuk memasak kedelai di pabrik itu meledak. Akibatnya, Arifin (26) ditemukan terjepit di dekat mesin, sedangkan Waluyo (26) terpental hingga keluar pabrik sekitar 5 meter dan Anwar Prasetyo (19) hanya mengalami luka gores karena berhasil lari keluar pabrik.
Arifin kemudian menghembuskan nafas terakhirnya setelah sempat dilarikan ke RS Bunda, Depok. Sementara Waluyo harus menjalani perawatan di RS yang sama. Polisi menduga musibah itu terjadi karena ketiganya lupa membuka tutup tabung mesin tersebut.
Ketiganya diketahui baru kembali bekerja di pabrik itu pada Senin (27/11). Sebab, pabrik itu beberapa saat sempat tak beraoperasi lantaran sang pemilik ditahan di Mabes Polri karena diduga menggunakan formalin dalam pembuatan tahu di pabriknya.
Di hari yang sama, kecelakaan kerja juga dialami seorang pekerja bangunan bernama Wasim. Pria asal Majalengka, Jawa Barat itu tewas setelah tertimpa beton saat tengah merenovasi sebuah rumah di Jalan Sawo Keci Raya, Gang 3, RT 12 RW 7 Nomor 34, Kelurahan Bukit Duri, Tebet, Jakarta Selatan.
"Korban merupakan buruh bangunan," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto, di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (27/11).
Peristiwa nahas yang terjadi sekitar pukul 13.30 WIB itu bermula saat korban sedang memperbaiki lantai rumah korban. Pemilik rumah lantas terbangun dari tidur siangnya karena mendengar suara benda berat roboh.
"Kemudian pemilik rumah keluar, ternyata benar dak cor teras rumah jatuh dan menimpa korban yang sedang bekerja menyemen lantai halaman. Dak cor yang berukuran 6x1 meter jatuh mengenai bagian kepala dan badan sehingga korban meninggal dunia di tempat," tutur Rikwanto.
Meski Wasim bukan karyawan permanen di rumah yang dimiliki pasangan suami istri Abdul-Suryanti itu, pemilik rumah berjanji akan bertanggung jawab kepada keluarga korban.
Selain dua peristiwa itu, masih banyak kecelakaan kerja yang menimpa para pekerja kecil di Indonesia. Peran pemerintah pun diperlukan guna lebih memperhatikan mereka. (mdk/dan)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya