Kebisingan mesin Bajaj penyebab utama sopir tuli
Merdeka.com - Ada risiko besar yang harus dibayar oleh sopir Bajaj. Suara mesin yang keras atau bising telah menyebabkan gangguan pada telinga. Apalagi jika mengendarai Bajaj melebihi dua jam dalam satu hari. Dampaknya bisa tuli.
"Kalau penumpang cuma sebentar (jadi tidak berdampak). Kalau sopir Bajaj itu sampai 8 jam, sedangkan kalau lebih intensitas bising sampai dengan 85 desibel 8 jam, 91 desibel itu tidak boleh lebih dari 2 jam sedangkan 100 tidak boleh dari 15 menit," kata spesialis THT Jenny Bashiruddin kepada merdeka.com, Jumat (5/7).
Jenny telah melakukan peneliti terhadap sopir Bajaj. Hasilnya mencengangkan, mayoritas sopir Bajaj mengalami masalah pendengaran. Penelitian ini hanya dilakukan kepada sopir Bajaj lama, bukan sopir Bajaj yang sudah menggunakan BBG.
"Dari 350 pengemudi Bajaj yang diteliti 72,28 persen mengalami gangguan kesehatan. Rinciannya, 27,4 persen mengalami gangguan keseimbangan dan pendengaran, 17,14 persen mengalami gangguan pendengaran dan 27,71 persen mengalami gangguan keseimbangan," ujar Jenny.
Penyebab tuli karena sopir Bajaj terlalu lama mengendarai. "Kemudian berarti berisiko dengan pengemudinya karena dia bekerja dari pagi ada sift siang misalnya Bajaj-nya dituker atau sampai malem. Itukan berarti dia lama ada di situ," ujarnya.
"Yang paling tinggi 115 desibel. 91 Saja cuma boleh kerja cuma 2 jam. Dia lebih ada enggak dampaknya barulah kita cek pendengaran di ruang kedap ternyata menemukan ada gangguan pendengaran dan keseimbangan," imbuhnya. (mdk/has)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya