Kapolda Riau risau 136 anak buahnya terjerat kasus narkoba

Kapolda Riau risau 136 personel anak buahnya terjerat kasus narkoba. Sebanyak 136 anggota Kepolisian Daerah (Polda) Riau terjerat narkotika. Jumlah ini sangat mengkhawatirkan lantaran sebagai aparat penegak hukum malah menjadi pecandu bahkan pengedar barang haram tersebut.

Abdullah Sani
Oleh Abdullah Sani - Reporter
Kapolda Riau risau 136 anak buahnya terjerat kasus narkoba
Ilustrasi Narkoba. ©2014 Merdeka.com

Sebanyak 136 anggota Kepolisian Daerah (Polda) Riau terjerat narkotika. Jumlah ini sangat mengkhawatirkan lantaran sebagai aparat penegak hukum malah menjadi pecandu bahkan pengedar barang haram tersebut."Kurang lebih 136 orang dari 10.446 anggota Polisi di Riau. Ini mengkhawatirkan saya, karena fenomenanya seperti gunung es," ujar Kapolda Riau Brigjen Zulkarnain Adinegara saat bersilaturahmi dengan Jemaah Masjid Akramunnas Universitas Riau, Jalan Ronggowarsito, kota Pekanbaru, Jumat (11/11).Menurut Zulkarnain, kasus narkotika yang menjerat aparat polisi bisa saja lebih banyak dari jumlah tersebut. Sebab, jumlah yang terhitung itu hanya yang ketahuan saja. Tidak tertutup kemungkinan polisi yang terlibat lebih banyak dari itu karena mereka pandai menyimpan kedok sendiri."Mungkin jumlahnya masih banyak, ini baru yang ketahuan saja. Ini saya mohon tanggung jawab bersama," kata Perwira Tinggi jebolan Akademi Kepolisian tahun 1985 ini.Atas temuan ini, Zulkarnain akan kembali menyajikan pembelajaran kepada jajarannya mengenai bahaya narkotika. Anak buahnya akan diberi pengetahuan tentang narkotika secara mendalam. Supaya jumlah aparat kepolisian yang terlibat narkoba bisa berkurang bahkan tidak lagi terjadi."Kita akan memaksimalkan pemahaman jajaran kepolisian terhadap bahaya barang haram tersebut. Di lingkup kepolisian dilakukan pembelajaran kembali," tegas Zulkrnain. Keterlibatan aparat dalam peredaran narkoba tidak hanya menjadi momok di internal kepolisian, tetapi juga mengkhawatirkan dan sangat berbahaya bagi masyarakat. Untuk itu, Zulkarnain meminta agar seluruh lapisan masyarakat untuk sama-sama memerangi narkotika.Menjaga keluarga dari datangnya pengaruh narkotika menjadi pintu pertama untuk mengantisipasi penyebaran barang haram tersebut. Sebab, bahaya narkoba memang sudah menyebar hingga ke pelosok desa."Saya mohon tanggung jawab bersama. Saya akan berantas itu sekuat tenaga, tetapi saya mohon bantuan kerja sama bapak bapak," pungkas Zulkarnain.

Rekomendasi