Jebol eternit LP peninggalan Belanda, 5 napi kabur
Merdeka.com - Sebanyak lima narapidana (napi) Lembaga Pemasyarakatan (LP) Beteng Ambarawa, Kabupaten Semarang, Rabu (2/1) kabur dengan cara menjebol tembok eternit.
Kaburnya lima napi ini diketahui petugas pada pagi hari setelah adanya laporan petugas piket dan penghuni lainnya.
"Kelima warga binaan tersebut kabur setelah berhasil menjebol atap kamar 3 blok 2 dengan menggunakan beberapa alat di kamar. Setelah itu mereka menuruni tembok setinggi 8 meter menggunakan kain sarung yang disambung," ungkap Kepala Seksi Keamanan LP Ambarawa, Ahmad Widodo kepada wartawan, Rabu (2/1).
Kelima warga binaan ini merupakan napi kasus pidana pencurian dengan pemberatan (curat), pencurian, dan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).
"Mereka juga menggunakan dua drum untuk pijakan saat menjebol atap. Para napi yang kabur tersebut berasal dari Kabupaten Semarang, Klaten dan Pekalongan," jelasnya.
Pihak LP menurut Ahmad, sudah berkoordinasi dengan aparat kepolisian untuk melakukan pengejaran dan menangkap kembali kelima napi tersebut.
"Diperkirakan mereka masih berkeliaran di Jawa Tengah," ujarnya.
Sementara Kepala LP Klas II A Ambarawa, Utuy Sri Aprilla mengatakan, mudahnya atap dijebol karena konstruksi sudah tua dan merupakan peninggalan Belanda. (mdk/tts)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya