Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Jalan rusak, siswa SMP di Barito berangkat UN naik perahu

Jalan rusak, siswa SMP di Barito berangkat UN naik perahu Agus si anak perahu . ©2012 Merdeka.com

Merdeka.com - Kemauan kuat untuk mengikuti Ujian Nasional (UN) ditunjukkan sedikitnya 25 siswa SMP PGRI Desa Pendreh, Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah. Mereka rela menyewa kapal motor atau kelotok di Sungai Barito demi mengikuti UN di SMPN 4 Desa Lemo, Kecamatan Teweh Tengah.

"Selama UN, semua siswa serta guru terpaksa menyewa kelotok untuk pulang-pergi ke sekolah," kata guru SMP PGRI Desa Pendreh, Hariyadi, Senin (22/4).

Tak hanya siswa, para guru SMP PGRI Desa Pendreh juga terpaksa ikut menyewa kapal motor untuk tiba di SMPN 4. Menurutnya, selama pelaksanaan UN hingga 25 April mendatang, siswa SMP swasta yang tinggal di desa pinggiran Sungai Barito harus menginduk untuk mengikuti UN di SMPN 4 Desa Lemo, Kecamatan Teweh Tengah.

Dia mengatakan, kapal motor tersebut disewa dengan harga Rp 2,8 juta selama UN berlangsung. Waktu tempuh yang dibutuhkan untuk mencapai lokasi antara 30-40 menit.

"Biaya untuk carter kelotok diperoleh dari swadaya para siswa, karena pihak sekolah tidak memiliki dana untuk keperluan tersebut," katanya.

Sidak di Jakut, Mendikbud pastikan UN SMP berjalan serentak

UN SMP dimulai, Disdik DKI yakin tak akan amburadul

Hariadi menyebutkan selain membayar biaya sewa kapal motor, setiap siswa membayar Rp 200 ribu sebagai biaya untuk mengikuti UN. Meski pihak sekolah mendapat dana BOS dari pemerintah, uang itu tidak mencukupi untuk kegiatan belajar dan mengajar di SMP satu-satunya di desa itu.

"Dana BOS hanya bisa dimanfaatkan untuk kegiatan belajar dan sebagian honor guru yang belum menjadi PNS. Jadi tidak ada untuk biaya menyewa kapal motor untuk ikut UN," katanya.

Dia mengatakan, alasan dipilihnya kapal motor karena dinilai lebih murah dan mampu mengangkut semua siswa. Meski ada jalan darat ke Desa Lemo, kondisinya memprihatinkan, karena kondisi jalan dan jembatan saat ini rusak.

"Kami berharap tahun depan sekolah kami ditingkatkan menjadi sekolah negeri dan dapat menyelenggarakan UN sendiri," ujar Hariadi.

Sekolah penyelenggara UN di kabupaten pedalaman Sungai Barito itu, diikuti 2.215 pelajar dari SMP dan MTs N sebanyak 1.564 orang, serta SMP dan MTs swasta 288 orang kejar paket B sekitar 300 orang tersebar di 38 sekolah.

(mdk/dan)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP