Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Insiden Pembunuhan, Fadli Zon Minta Pengamanan di Papua Dievaluasi

Insiden Pembunuhan, Fadli Zon Minta Pengamanan di Papua Dievaluasi Fadli Zon. ©2017 dok foto dok ri

Merdeka.com - Wakil Ketua DPR Fadli Zon menilai pemerintah gagal untuk mengatasi keamanan khususnya di kawasan Papua. Hal itu menanggapi insiden pembunuhan belasan pekerja proyek Istaka Karya oleh pemberontak. Fadli pun menyarankan pemerintah untuk melakukan evaluasi pengamanan.

"Jadi menurut saya seharusnya pemerintah melakukan evaluasi terhadap sejauh ini bagaimana pengamanan di daerah Papua karena gerombolan-gerombolan separatis ini mereka beraksi di berbagai tempat," kata Fadli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (5/12).

Menurut Fadli, kejadian pembunuhan seperti itu di Papua bukan pertama kalinya. Karenanya, penanganan kasus ini tidak bisa lagi dilakukan secara normatif.

"Mestinya ada pelibatan juga dari pihak TNI karena ini juga menyangkut masalah ancaman terhadap kedaulatan negara ancaman terhadap keselamatan bangsa dan ini kejadian yang berulang. Tidak bisa penanganannya itu penanganan yang normatif," ungkapnya.

Dia menilai gerakan separatis ini mengancam kedaulatan negara. Sebab itu, perlu segera diatasi.

"Jadi saya kira kalau pemerintah mau dan mempunyai satu kendali mestinya Bisa. Sehingga tidak ada lagi operasi-operasi dari gerakan-gerakan separatis ini yang bisa menimbulkan korban jiwa," ucapnya.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian menyebut korban pembunuhan di Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua, sebanyak 20 orang. Rinciannya 19 orang pekerja pembangunan jembatan, 1 lainnya anggota TNI.

"Informasi sementara adalah 20 orang. 19 Pekerja dan 1 anggota TNI yang gugur," jelas Tito saat memberikan keterangan pers di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (5/12).

(mdk/ray)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP