Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ini kata Akil soal kenapa sengketa Pemilu perlu dibawa ke MK

Ini kata Akil soal kenapa sengketa Pemilu perlu dibawa ke MK Akil Mochtar. ©2013 Merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Akil Mochtar terpeleset kasus suap sengketa Pemilu yang ditangani Mahkamah Konstitusi. Sempat muncul perdebatan, agar sengketa Pemilu ditangani Mahkamah Agung. Tetapi, Akil punya pendapat tersendiri mengapa sengketa pemilu harus dibawa ke MK.

"Kalau kita berpikir dengan perspektif ilmiah, minimal 25 tahun kita evaluasi. Pak Harto membangun Orde Baru 35 tahun, itu sudah kuat, tetap runtuh juga. Padahal infrastruktur politiknya luar biasa, dengan rezim otoriter dan runtuh. Kita dengan rezim reformasi, hari ini makan tempe, besok makan tahu, maka perputaran kita jalan di tempat. Sistem jalan dulu 25 tahun, normal kok," ujar Akil kepada Alwan Ridha Ramdani, Islahuddin, Arbi Sumandoyo, Ahmad Baiquni, dan juru foto Imam Buhori dari merdeka.com di ruang kerjanya April lalu.

Seberapa berat memutuskan sengketa pemilu? "Tidak ada yang berat, tidak ada urusan sama kita. Saya batalin, saya batalin. Saya diskualifikasi pasangan calon, sudah kita lakukan. Ulang apa lagi. Tidak ada problem," ujar Akil.

Dia juga mengaku tidak ada yang berat memutuskan sengketa Pemilu walau pengacara atau penggugatnya teman sendiri.

"Oh enggak. Misalnya dengan Pak Yusril, saya tidak pernah berteman sama dia. Justru dia jadi pasangan kerja saya di komisi hukum waktu dia jadi menteri. Kalau Yusril tidak banyak memenangkan perkara pilkada jauh sebelumnya. Yusril baru main sekarang, dulu-dulu enggak. Artinya enggak ada, mau teman atau siapa saja. Padahal pilkada pintu masuk bagi kepentingan politik orang mau cawe-cawe sama kita. Tapi nyatanya tidak. Mau pemenangnya Golkar, kalau persidangan terbukti curang, kita batalin. Suruh pemungutan suara ulang dan itu banyak. Makanya, guyonnya Pak Mahfud ke saya begini, kalau orang luar nilai saya pasti menangkan Golkar, tapi orang Golkar bilang waduh ini pengkhianat pula yang pegang, kalah kita. Kita berperkara tidak seperti itu."

Dia juga menjawab keraguan atas pandangan orang bahwa dirinya orang partai politik. "Jawabannya kalau independensi saya diragukan tidak mungkin tujuh orang pilih saya, tujuh mayoritas dari sembilan. Justru karena independensi saya mereka tahu, pilihannya pada saya. Saya tidak pernah mengklaim diri saya lebih hebat dari mereka atau mempunyai kelebihan pikiran. Mereka lebih hebat dari saya, tapi ada yang ditangkap oleh mereka. Kepemimpinan berikutnya itu tipikalnya seperti Akil yang dibutuhkan," tandasnya. (mdk/tts)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP