Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Dugaan awal insiden Tol Becakayu karena kelalaian saat pemasangan bekisting

Dugaan awal insiden Tol Becakayu karena kelalaian saat pemasangan bekisting Tiang girder tol Becakayu ambruk. ©2018 Merdeka.com/Ahda Bayhaqi

Merdeka.com - Tim peninjau Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat sudah mendapatkan dugaan awal kecelakaan bekisting pierhead Tol Becakayu. Anggota tim peninjau, Hani Saksono, mengungkap insiden itu terjadi karena kesalahan faktor manusia.

Hani menjelaskan, yang ambruk adalah cetakan sementara atau bekisting. Bekisting tersebut merupakan besi penyangga berwarna biru. Dia menduga ada kekurangan pada sistem bekisting. Pada saat melakukan pemasangan bekisting itu ada kekeliruan.

"Formwork atau bekisting yang ambruk. Kita sinyalir pelaksanaannya ada kelemahan di sistem bekistingnya. Intinya sistem pelaksanaan konstruksi yang salah, bukan konstruksinya," jelas dia di lokasi, Selasa (20/2).

Hani mengungkap, diduga bekisting tak kuat menahan beban. Karena itu ada bagian besi yang patah dan tak mampu menompang beban. Sehingga terjatuh dan menimpa para korban.

"Nah besi ulirnya itu yang patah. Karena tidak kuat menahan beban dari formwork. Dimungkinkan tidak kuat sehingga terjadi keruntuhan," kata dia.

Dia menyebut pihak pelaksana disinyalir melakukan kelalaian ketika memasang bekisting tersebut. Pada tiang pancang yang rubuh ini, hanya terdapat empat besi untuk menyangga. Padahal, menurut Hani, seharusnya bisa ditambahkan agar memastikan lebih aman.

"Nah kadang manusia terlalu yakin. Meskinya bisa juga ditambah besi lagi supaya aman. Hanya ada 4 besi ulir yang menyangga formwork," jelasnya.

(mdk/lia)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP