Pemerintah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat mencatat ada dua pabrik yang tutup sementara karena buruhnya terpapar virus corona. Bahkan, satu orang yang positif terinfeksi virus itu meninggal dunia.
Juru bicara pusat informasi dan koordinasi Covid-19 Kabupaten Bekasi, Alamsyah mengatakan satu pabrik pertama yang ditutup operasional sementara berada di kawasan industri Jababeka. Di perusahaan itu, ada tiga buruh dinyatakan positif berdasarkan rapid test dua hari lalu.
"Sekarang ketiga buruh itu sudah diisolasi, tahap berikutnya menjalani tes swab," kata Alamsyah ketika dihubungi, Jumat (1/5).
Ia mengatakan, ketiga buruh akan menjalani tes swab pada Senin pekan depan di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) yang berlokasi di Pasir Gombong, Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi. Tes ini memastikan apakah mereka terpapar virus corona atau tidak.
"Menunggu hasil swab baru bisa menentukan tindakan (perusahaan tetap ditutup atau dibuka lagi)," kata dia.
Adapun satu pabrik lagi yang ditutup operasional berada di kawasan industri MM2100. Di sana, seorang ketua serikat pekerja meninggal dunia karena terpapar virus corona. Dengan begitu, pabrik ditutup selama 14 hari.
"Yang meninggal dunia warga Kota Bekasi," kata Alamsyah.
Sementara itu, data terkini kasus positif Covid-19 di Kabupaten Bekasi mencapai 86, rinciannya 34 pasien dinyatakan sembuh, sembilan meninggal dunia dan masih dalam perawatan di rumah sakit 14 orang, sedangkan yang menjalani isolasi mandiri 29 orang. Adapun orang dalam pemantauan (ODP) mencapai 2.727 dan pasien dalam pengawasan (PDP) sebanyak 798.