Disebut kebun binatang terkejam dunia, ini jawaban pengelola KBS
Merdeka.com - Kamis lalu (26/12), media terkemuka Inggris, Daily Mail membuat berita yang menghebohkan dengan menyebut Kebun Binatang Surabaya (KBS) sebagai kebun binatang terkejam di dunia. Namun, banyak pihak menyangkal tudingan itu, termasuk Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini yang balik menuding kalau itu adalah ulah oknum tertentu.
Pun begitu dengan mantan Kepala Staf President South East Asian Zoos and Aquaria Association (SEAZA), Singky Soewadji. Dia mengatakan, media asing itu (Daily Mail) terlalu berlebihan menilai KBS.
"Saat ini kondisi KBS jauh lebih baik dibanding tiga atau empat tahun lalu," kata mantan Kepala Staf Presiden Asosiasi Kebun Binatang se-Asia Tenggara itu, Sabtu (28/12).
Menurutnya, masih ada banyak kebun binatang lain yang jauh lebih buruk dari KBS. Beberapa kebun binatang di Indonesia yang kondisinya lebih buruk dari KBS yang dimaksud adalah, kebun binatang di Medan dan Solo. "Kebun binatang di tempat itu (Medan dan Solo), tidak representatif untuk konservasi dan satwa di tempat itu banyak yang menderita."
Namun, Singky tetap mengakui kalau KBS masih memiliki banyak kekurangan yang harus dipenuhi. "Sampai hari ini, untuk koleksi satwa, KBS masih menjadi kebun binatang terlengkap se-Asia Tenggara, hanya saja, kondisi spesies yang menjadi koleksi KBS itu, saat ini mengalami over populasi, sehingga dibutuhkan penjaringan," kata Singky.
Sehingga, dari pemaparan kondisi KBS itu, Singky menilai, pengamatan seorang jurnalis asal Inggris, Richard Shears tersebut, terlalu berlebihan. Dia mengatakan, Shears terlalu dini jika menyebut KBS adalah kebun binatang terkejam di dunia.
Penggambaran Shears soal gajah di KBS yang dirantai dan digunakan untuk mencari uang, itu sangat berlebihan. gajah bernama Gonzales yang kini berusia 3 tahun, yang dijepret Shears dalam kameranya itu, cukup bahagia di dalam kandangnya bersama sang ibu.
Bahkan, sekadar informasi, (rencananya) pada Tahun Baru 2014, tepatnya tanggal 1 Januari nanti, Gonzales akan memainkan atraksinya menghibur pengunjung dengan meniup terompet tahun baru.
Kata Singky, meski merantai gajah tidak diperbolehkan oleh dunia international, perlakukan gajah di KBS jauh lebih bagus. "Coba lihat di India, atau Thailand, tentunya jauh lebih kejam dibanding gajah di KBS. Di sini (KBS) gajah ditempatkan di dalam shelter (kandang). Dunia internasional menganjurkan untuk tidak dirantai tapi kalau tidak dirantai dikhawatirkan mengamuk," jelasnya.
Seekor gajah, kata Singky, meski sama-sama dirantai, jauh lebih bagus jika berada di kandangnya seperti di KBS daripada di alam liar. "Memang perlakukan gajah seperti itu. Rantai gajah adalah spesial case. gajah-gajah di KBS masih jauh lebih bagus," tandasnya.
Senada dengan Singky, dikonfirmasi terpisah, Direktur Operasional Perusahaan Daerah Taman Satwa (PDTS) KBS, dr Liang Kaspe mengatakan, wartawan asing yang menulis soal kekejaman di KBS itu tidak paham dengan proses pemeliharaan gajah. "Hewan yang diikat itu sesuatu yang wajar. Setiap satwa yang dipelihara pasti akan diikat," dalihnya.
Mantan Kepala Bagian Rumah Sakit Hewan milik KBS ini juga membantah, hewan-hewan di KBS itu kurus-kurus. Sebab, hewan-hewan yang dipelihara di KBS, dirawat sesuai dengan standard operasional. "Kalau gajah-gajah itu merasa tersiksa dan tersakiti, mereka (hewan-hewan KBS) itu tidak akan bisa kawin dan berkembang biak," tegasnya.
Sementara Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, Jumat kemarin menegaskan, pemberitaan Daily Mail yang memberikan julukan KBS dengan 'Zoo of Death' adalah ulah oknum tertentu, yang tidak suka KBS dikelola oleh Pemkot Surabaya.
"Saya yakin sekarang jauh lebih baik. Kita sudah siapkan beberapa konsep baru untuk pembangunan ke depan," kata Risma.
Saat ini, pengelolaan KBS berada di tangan PDTS KBS Pemkot Surabaya. "Saya tahu siapa yang ada di belakang semua ini. Yakinlah sekarang kondisinya jauh lebih baik," katanya.
Diberitakan sebelumnya, Daily Mail menyebut Kebun Binatang Surabaya sebagai kebun binatang paling kejam di dunia. Si jurnalis media Inggris itu mengutip laporan salah seorang mantan petugas kebun binatang. Ada lebih dari 50 hewan yang tewas dalam tiga bulan terakhir. Tahun lalu, seekor jerapah tewas karena terdapat 20 kg kantong plastik di dalam perutnya.
Kasus lain seperti kematian Rosad, seekor harimau Sumatra, yang ditemukan tewas di dalam kandangnya akibat penyakit radang paru-paru. Cerita pilu ini juga menimpa seekor harimau Sumatera betina bernama Melani, yang bertubuh kurus kering. Ia bahkan hampir mati karena terlalu sering diberi makan daging berformalin.
Richard Shears juga menemukan seekor gajah kecil yang diketahui bernama Gonzales, tampak tersiksa karena ketiga kakinya dirantai. Binatang itu bahkan tak bisa bergerak maju, mundur, atau bahkan ke samping. Dan masih banyak penggambaran situasi KBS menurut versi Shears, sangat memprihatinkan.
Baca Juga:
Kondisi gajah Gonzales dan satwa lain di Kebun Binatang Surabaya
Risma sebut ada oknum di balik heboh berita KBS di media asing
Media Inggris sebut KBS sebagai kebun binatang terkejam di dunia
Dunia beri gelar kebun binatang Surabaya paling sadis bagi hewan (mdk/bal)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya