Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Risma sebut ada oknum di balik heboh berita KBS di media asing

Risma sebut ada oknum di balik heboh berita KBS di media asing Kebun Binatang Surabaya. ©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menilai kondisi Kebun Binatang Surabaya (KBS) saat ini jauh lebih baik setelah pengelolaan diambil alih pemerintah kota Surabaya.

"Saya yakin sekarang jauh lebih baik. Kita sudah siapkan beberapa konsep baru untuk pembangunan ke depan," katanya di Surabaya Jumat kemarin.

Penegasan Risma itu menanggapi pemberitaan media terkemuka di Inggris, Daily Mail yang memberikan julukan 'Zoo of Death' untuk menggambarkan penderitaan hewan yang selama ini tinggal di KBS karena selama lima bulan terakhir tercatat 30 satwa KBS mati.

Risma bahkan menuding, munculnya pemberitaan itu karena ada oknum yang tidak suka KBS dikelola Pemkot Surabaya. Saat ini, pengelolaan KBS berada di tangan Perusahaan Daerah Taman Satwa (PDTS) KBS Pemkot Surabaya.

"Saya tahu siapa yang ada di belakang semua ini. Yakinlah sekarang kondisinya jauh lebih baik," katanya.

Untuk itu, lanjut dia, pihaknya berjanji akan mengembalikan kejayaan kebun binatang seluas 15 hektare itu. Risma bahkan sesumbar bakal melengkapi KBS dengan sejumlah wahana baru untuk menarik pengunjung seperti Sea World dan Night Zoo.

Sebelumnya, Direktur PDTS KBS Ratna Achjuningrum mengatakan pihaknya saat ini masih fokus untuk terlebih dahulu untuk menata manajemen internal KBS dengan mengisi jabatan posisi yang kosong, di antaranya adalah enam manajer dan beberapa kepala seksi (kasi).

"Ini kita sedang membentuk kepanitiaan, kita sekarang sedang membentuk tim independen rekrutmen," katanya.

Sebelumnya, Daily Mail membuat laporan khusus mengenai kondisi miris hewan-hewan koleksi KBS. Artikel bertitel World's cruellest zoo atau kebun binatang paling keji sedunia dengan penulis Richard Shears menggambarkan dengan jelas kondisi para hewan di kebun binatang itu amat mengenaskan. Gajah dirantai pada kaki dan meninggalkan bekas, 150 burung pelikan dalam satu kandang, hingga onta kelaparan bahkan terlihat tulang iganya.

Para gajah hanya dilepas ketika kebun binatang sudah tutup. Shears menuliskan siapa pun melihat keadaan ini pasti ikut depresi. Para pengunjung juga tidak betah berlama-lama di tempat itu. Biasanya menengok sebentar lalu pergi. Tidak satu pun pemerintah setempat membuat perbaikan setelah kasus Melani seekor macan Sumatera langka kurus kering dan mendapat sorotan dunia.

Burung pelikan hanya berbagi satu kolam kecil. Mereka bahkan tidak bisa mengembangkan sayapnya. Sudah 50 binatang mati dalam kurun waktu tiga bulan. Shears menyebut tempat itu penjara binatang. Seekor monyet nampak memandang Shears dan seolah memohon agar lelaki itu membebaskannya.

(mdk/bal)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP