BLSM salah sasaran, wali kota Solo salahkan pemerintah pusat

Reporter : Arie Sunaryo | Rabu, 26 Juni 2013 18:07

BLSM salah sasaran, wali kota Solo salahkan pemerintah pusat
FX Hadi Rudyatmo. ©2012 Merdeka.com

Merdeka.com - Banyaknya warga miskin tidak menerima bantuan langsung sementara masyarakat (BLSM), mengundang keprihatinan berbagai pihak. Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo mengatakan belum bisa berbuat banyak mengatasi masalah itu.

"Ya kita akan memperjuangkan aspirasi warga Solo. Namun saya belum bisa menjelaskan langkah penyelesaian seperti apa yang akan kita lakukan. Tapi biar tidak salah sasaran, pemerintah daerah seharusnya dilibatkan dalam proses pendataan," kata Rudy kepada wartawan di Solo, Rabu (26/6).

Rudy beralasan bahwa pendataan dan penyaluran ditangani langsung oleh pemerintah pusat. Pemerintah daerah, mulai dari wali kota sampai lurah tidak pernah diajak berkoordinasi.

Selain itu, penyebab tidak tepatnya penyaluran BLSM karena diduga data yang digunakan sudah tidak valid. Untuk itu, dia mendesak agar data penerima yang lama segera diperbarui.

"Perlu segera diperbarui, data yang lama itu kurang valid. Saya banyak sekali menerima laporan dari warga yang tidak mendapatkan BLSM. Padahal, mereka masuk dalam kategori miskin. Lalu ada juga PNS yang tercantum sebagai penerima, tapi dengan kesadaran dikembalikan," ujar Rudy.

Menurut Rudy, jika melihat laporan dan temuan di lapangan, dirinya menduga pemerintah pusat mengacu pada data penerima Jamkesmas. Sehingga menyebabkan banyak yang salah sasaran.

Berdasarkan data PT Pos Indonesia, jumlah penerima BLSM tahap pertama di Kota Surakarta tercatat sebanyak 29.000 rumah tangga sasaran (RTS). Namun, rupanya masih banyak warga miskin yang tak menerima.

[cob]

Rekomendasi Pilihan

KUMPULAN BERITA
# BLSM

Komentar Anda



BE SMART, READ MORE