30 Menit mencekam sebelum nyawa Mirna melayang
Merdeka.com - Wayan Mirna Salihin langsung tak berdaya usai menenggak kopi Vietnamesse Ice Coffee (VIC) di Olivier Restoran. Kopi itu ternyata sudah dicampur racun sianida oleh Jesicca Kumala Wongso.
Tubuh Mirna oleh saksi Ileng sempat dibawa memakai kursi roda ke Klinik Damayanti cabang Grand Indonesia, sekitar pukul 17.30 WIB. Saat itu ada dr. Andry Yosua selaku dokter umum pada klinik tersebut.
"Kondisi korban Mirna seperti orang pingsan, badan agak kaku, namun masih hidup. Lalu 5 menit kemudian datang saksi Arief membawa Mirna ke RS Abdi Waluyo, Menteng," ujar Jaksa Penuntut Umum pada Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat, Ardito Muwardi saat membacakan dakwaan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu (15/6).
Topik Pilihan:
Kisah geng 'Pita Kuning', saat TNI Bergerak memburu geng motor yang bunuh rekannya
Mima Saina, orang Indonesia yang jadi pahlawan kaum Yahudi Israel
Ulama Serang, labrak pemerintah dan donatur yang sumbang Ibu Eni
Mirna tiba Abdi Waluyo pukul 18.00 WIB, dan langsung diperiksa oleh dokter jaga dr. Adiyanto. Kondisi Mirna sudah semakin memprihatinkan dengan nadi tidak teraba, napas dan denyut jantung tidak ada.
Adiyanto mengambil tindakan berupa bantuan napas dan resusitasi (pompa jantung-paru) selama 15 menit. Ternyata tindakan tersebut tidak membuat kondisi Mirna membaik.
"Korban Mirna dinyatakan meninggal pada pukul 18.30 WIB," kata Ardianto.
(mdk/did)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya