20 Negara hadiri konferensi internasional tentang fatwa

Reporter : Ya'cob Billiocta | Rabu, 19 Desember 2012 20:54




20 Negara hadiri konferensi internasional tentang fatwa

Merdeka.com - Indonesia menjadi tuan rumah Konferensi Internasional tentang Fatwa Tahun 2012 yang akan diselenggarakan di Jakarta, 24 -26 Desember 2012.

"Kegiatan itu merupakan kerja sama antara Kementerian Agama dengan Rabithah Alam Islami (The Muslim World League)," kata Sekjen Kementerian Agama Bahrul Hayat, di Jakarta, Rabu (19/12).

Bahrul menjelaskan, konferensi yang mengangkat tema Fatwa and Social Change (Fatwa dan Perubahan Sosial) itu akan diikuti oleh 300 peserta dari 20 negara (Brunei Darussalam, Papua Nugini, Jepang, Taiwan, China, Korea Selatan, Rusia, Kamboja, Vietnam, Singapore, Malaysia.

Kemudian, Serbia, Turki, Inggris, Arab Saudi, Jordania, Laos, Thailand, Filipina, dan Timor Leste yang terdiri atas para menteri agama, kalangan profesional, akademisi, dan praktisi di bidang fatwa, dan praktisi media.

Bahrul menegaskan, penyelenggaraan konferensi ini dilatarbelakangi oleh beberapa pokok pikiran berikut, antara lain bahwa Dunia Islam saat ini sedang menghadapi berbagai masalah keagamaan kontemporer yang status hukumnya belum didefinisikan dan dikonfirmasi, baik dalam Alquran atau Sunnah.

Beberapa di antaranya bahkan sangat sensitif dan kontroversial bagi umat Islam sendiri. Fenomena ini tentu saja sangat bermasalah bagi umat Islam karena dapat menimbulkan keraguan dan mengganggu pelaksanaan hukum Islam.

"Untuk mengurangi masalah ini, diperlukan upaya merumuskan kembali hukum Islam dan itu bisa dilakukan melalui mekanisme fatwa," jelasnya.

Fatwa merupakan produk hukum yang bersumber dari hasil penafsiran terhadap Alquran dan hadis yang berkaitan dengan cara hidup Islami.

"Fatwa terbukti efektif dalam memberikan bimbingan dan kepastian hukum bagi umat Islam untuk menghadapi isu-isu agama yang belum jelas. Hal ini menunjukkan bagaimana fatwa mempunyai posisi penting dalam kehidupan beragama umat Islam," kata Bahrul.

Kebutuhan fatwa muncul, lanjut dia, misalnya ketika ada perbedaan pandangan dan kebingungan yang terkait dengan isu-isu agama Islam. Fatwa berperan penting sebagai media mendialogkan doktrin Islam dengan berbagai peristiwa dalam kehidupan sehari-hari muslim.

"Fatwa berkontribusi untuk menjadikan Islam sebagai bagian dari atau bahkan terintegrasi dengan transformasi sosio-politik kehidupan kaum muslim," ujarnya.

Selain itu, kualitas fatwa harus selalu dijaga. Dalam konteks ini, para ahli, akademisi, dan praktisi di seluruh dunia hukum Islam wajib untuk terus meningkatkan kompetensi mereka dalam memproduksi fatwa.

Salah satu cara yang dapat ditempuh adalah melalui pertukaran informasi mengenai metodologi dan obyek fatwa, misalnya melalui konferensi internasional tentang fatwa.

"Melalui konferensi ini, diharapkan bisa terbentuk sebuah badan fatwa internasional yang mampu memberikan solusi terhadap kebutuhan hukum masyarakat Muslim dunia. Dan, berbarengan dengan pembukaan konferensi internasional ini, akan diluncurkan Islamic Media Website, sebagai bentuk tindak lanjut hasil rekomendasi Konferensi Media Islam Internasional kedua pada Desember tahun lalu di Jakarta," pungkasnya.

[bal]


Komentar Anda


Smart people share this
Back to the top


Today #mTAG SPOTLIGHT iREPORTER
TOP 10 NEWS
LATEST UPDATE
  • Israel serang sekolah PBB di Gaza, 20 orang tewas
  • Tabrak 2 sepeda motor, Hyundai berakhir di kolam
  • Sukses sebagai penyanyi, Taylor Swift merambah ke dunia akting
  • Antara pendidikan & dunia hiburan, Julian Jacob pilih...
  • Arus balik, terminal Kampung Rambutan siapkan angkutan malam
  • Korban tewas open house JK dikenal sebagai pemburu sedekah?
  • Polaris Slingshot, tawarkan sensasi berkendara yang 'beda'
  • Penculik bebaskan ayah pemain sepak bola Argentina Carlos Tevez
  • Akhir pekan ini puncak arus balik di Terminal Kampung Rambutan
  • Kiat Umar bin Khattab hadapi istri marah
  • SHOW MORE